Cerita Puasa dan Lebaran Di Tengah Pandemi

Cerita Puasa dan Lebaran Di Tengah Pandemi

Tidak terasa, sudah 2 bulan lebih saya tidak nulis lagi di blog. Padahal awal-awal sudah janji minimal satu artikel satu minggu. Tapi ternyata gagal karena karena dari enaknya momen rebahan di masa pandemi plus masuk bulan suci Ramadhan. Jadilah mager mau ngapa-ngapain termasuk nulis. Padahal ada banyak sekali ide cerita yang mau saya nulis.

Hari ini sudah memasuki bulan ketiga saya tinggal di kostan sendiri tidak kemana-mana. Kamu bilang saya betah? gak sama sekali. Saya sampai bosannya gak tahu mau ngapain lagi. Sesekali masih suka jalan di luar kalau habis subuh doang. Tiap hari diisi dengan laptop dan hape yang selalu nyala. Kadang teman juga datang ke kostan sekedar ngusir kegabutannya di kostan saya sendiri.

Tapi di bulan puasa kemarin, saya benar-benar harus merasakan gimana sepinya suasana berbuka puasa dan sahur sendiri. Ditambah lagi karena hapeku speakernya rusak jadi tidak ada alarm. Akhirnya tiap sahur saya selalu andelin teman kost sebelah buat bangunin. Kebetulan dia orangnya doyan begadang sama gak bisa tidur kalau malam, jadi minta tolong gedor-gedor pintu kamarku kalau masuk waktu sahur.

Gak cuman disitu, buka puasapun saya ngandelin berburu takjil di masjid-masjid. Emang dasarnya kangen puasa jadi selelu nunguin kalau abis ashar langsung ke masjid buat ambil takjil. Saya mau ucapkan terima kasih buat orang-orang yang mau memberikan donasinya ke masjid makan buka puasa bagi anak kostan. Sungguh kalianlah pahlawan di masa pandemi kayak gini.

Hari-hari yang kulewati selama ramadhan kali ini tidak seperti tahun sebelumnya. Kalau yang kemarin bisa berkumpul sama keluarga, sekarang cuman sendiri. Suasana ramadhan di luar pun sepi apalagi tempat ibadah yang juga beberapa ada yang tutup. Padahal kalau keadaan normal saya biasanya suka kluyuran ke Masjid Gede dan masjid Jogokariyan buat nyari jajanan takjil dan buka puasa di sana.

Bicara soal ramadhan juga, ramadhan kali ini benar-benar terasa emosionalnya. Ada sedih, duka, kecewa, kesal, bahagia, canda, tawa, senyuman, dan bodo amat menjadi satu emosi yang bergantian datang. Gimana ya, awal puasa tahun ini saya mendapat kabar yang tidak begitu mengenakkan di awal puasa pertama. 

Jadi ada seseorang di ujung telepon memberi kabar kalau, ah sudahlah saya tidak mau mengingatnya. Semoga dia tenang dengan dunianya. Mendengar kabar itu rasanya minggu pertama puasa berat banget. Tapi untungnya saya punya teman-teman yang selalu bawa suasana gembira. Sedih sih ada, tapi gak boleh larut terlalu lama.

Hari demi hari berjalan seperti biasanya. Tapi di minggu ini rasanya ada sedikit berbeda dari apa yang kujalani. Tiba-tiba saja teman di ujung sulawesi menelpon memberi kabar tentang hidup dan pekerjaan. Dialah sahabat saya ketika kuliah dulu. Gak nyangka dia tumben nelpon. Kalau dipikir-pikir sudah 5 tahun kami berpisah setelah wisuda. Suaranya tetap sama beserta canda khasnya yang selalu buat saya tertawa.

Gak cuman itu, di bulan ini juga saya mulai belajar masak. Serius ini tidak bercanda, walaupun sebelumnya saya bisa masak tapi karena sering kumpul sama teman-teman, saya jadi bisa belajar masak makanan baru. Awalnya iseng-iseng doang malah ketagihan jadinya. Jadi hampir tiap hari saya beserta 4 teman kostan selalu saling bantu masak buat berbuka ataupun sahur. Di samping menghemat pengeluaran juga mengakrabkan suasana yang terbilang sepi di tengah pandemi.

Cerita Puasa dan Lebaran Di Tengah Pandemi

Lebaran akhirnya tiba. Seperti biasa 4 sekawan ini cuman bisa lebaran di kostan. Masak opor ayam rame-rame dan bersenda gurau bareng-bareng. Awalnya sedih sih karena gak bisa lebaran bareng keluarga tapi lebaran bareng mereka juga sepertinya menyenangkan karena saya merasa menemukan keluarga baru di sini.

Sebenarnya ada banyak hal lagi yang mau saya tuliskan. Dan mungkin kedepannya isi blog ini malah jadi tulisan keseharian saya. Soalnya rasanya lebih enjoy menulis dengan apa yang sedang dirasakan dibanding menulis karena tuntutan sebagai influencer blogger. Tapi kalau ada tawaran ngeblog sih gak apa-apa juga.

Berteman dan Menikmati Hidup Di Tengah Kondisi Sekarang

Berteman dan Menikmati Hidup Di Tengah Pandemi Corona

Satu, dua, tiga, empat minggu berlalu ternyata saya bisa bertahan di tengah pandemi ini. Gak bisa dipungkiri waktu awal-awal dengar kabar ini dan pemerintah kasih imbauan social distancing dan physical distancing, jujur saya takut dan bingung mau ngapain aja nantinya. Apalagi saya hidup di kostan sendirian ditambah kampung kostan saya pun sedang karantina lokal, lengkap sudah penderitaan saya. Tapi seiring waktu, saya malah terbiasa dengan kondisi sekarang.

Cerita Karantina Lokal Di Kampung Pogung

Cerita Karantina Lokal Kampung Pogung

Sebenarnya saya mau ceritain ini lebih awal setelah postingan sebelumnya karena kejadian ini berselang satu setelah saya menulis minggu lalu. Jadi awalnya, setelah saya menulis, pada malam harinya saya dapat sebaran surat pak RT dan RW di grup WA. Isi suratnya kasih tahu bahwa semua area Pogung yang terbagi atas 5 kampung, Pogung Lor, Pogung Baru, Pogung Kidul, Pogung Dalangan, dan Pogung Rejo bakal memberlakukan karantina lokal di kampung dengan menerapkan hanya satu akses jalan saja yang dibuka.

Minggu Kedua Karantina Mandiri Di Kostan

Minggu Kedua Karantina Mandiri Di Kostan

Gambar di atas adalah foto gapura gerbang masuk tempat saya tinggal sekarang. Tidak jauh dari gapura itu kurang lebih 10 meter di sebelah kanan ada sebuah kostan yang hari itu cuman saya sendiri yang tinggal. Yah, teman kostan lainnya sudah banyak yang pulang kampung apalagi melihat kondisi kasus wabah virus Corona semakin luas dimana-mana.

Aku dan Yogyakarta Di Tengah Suasana Covid-19

Aku dan Yogyakarta Di Tengah Suasana Covid-19

Sudah seminggu saya berdiam diri di kostan gak kemana-mana. Padahal saya adalah tipe orang yang aktif kluyuran apalagi kalau masuk weekend. Tapi semenjak surat itu diumumkan, saya berpikir puluhan kali untuk keluar kostan. Media memberitakannya di mana-mana, tiap hari ngebacanya malah makin ngeri. Yah, inilah ceritaku, hidup di tengah kehebohan pandemi Covid-19.

7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

Saat ini telah banyak teknologi yang berkembang di bidang transportasi Indonesia. Sehingga semakin mempermudah aktivitas warga sehari-hari menjadi lebih efektif dan membuat waktu yang ditempuh menjadi lebih efisien. Beberapa bentuk kemajuan di bidang transportasi yang kini sudah hadir salah satunya adalah transportasi berbasis rel seperti KRL, LRT, MRT, dan Skytrain yang diklaim sebagai moda transportasi paling lebih efektif dibandingkan dengan lainnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang semakin luas juga mendukung terwujudnya moda transportasi yang cukup beragam. Dalam kurung 5 tahun sejak tahun 2014, sudah banyak pelabuhan yang direnovasi menjadi lebih modern, bandara-bandara baru dibangun di beberapa daerah yang menjadi pusat wisata sehingga membuka rute penerbangan baru, dan pembangunan terminal-terminal bus yang lebih nyaman dan aman yang jauh dari stigma tempat kotor dan bernuansa negatif.

7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

Dampak yang sangat terasa adalah ketika musim mudik tiba. Perlahan tapi pasti, berita-berita tentang sulitnya aksesbilitas transportasi dan kemacetan yang jadi persoalan tahunan menjadi berkurang dan berganti menjadi sanjungan tentang kinerja pemerintah dalam mengatasi problematika transportasi yang selalu menjadi rapor merah. Memang tidak bisa dipungkiri sih, soalnya saya pun merasakan kemudahan transportasi semenjak pindah ke Pulau Jawa.

Dengan kemajuan teknologi yang kian hari semakin pesat perkembangannya, begitu juga halnya dengan transportasi, maka dibutuhkan inovasi dalam transportasi modern berteknologi tinggi untuk mewujudkan transportasi yang unggul. Tapi di sini, saya tidak akan membahas moda transportasi yang super canggih melainkan ingin mengeluarkan ide tentang moda transportasi yang dibutuhkan secara luas oleh masyarakat Indonesia yang dapat memberikan kenyamanan, keamanan, dan keindahan.

Daripada penasaran, inilah 7 moda transportasi berteknologi tinggi ramah lingkungan untuk Indonesia yang mungkin membantu memberikan ide buat kementerian Perhubungan Indonesia kedepannya:


1. Kereta Gantung (Skylift)


7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

Salah satu solusi kemacetan lalu lintas di Kota-kota besar yang memiliki banyak manfaat adalah kereta gantung (Skylift). Kereta gantung dapat mengatasi kemacetan karena penggunaannya akan mengurangi pemakaian ruas jalan oleh warga ataupun wisatawan. Saat ini, masyarakat di kota-kota besar tidak memiliki alternatif transportasi selain moda transportasi darat seperti mobil dan motor. Akibatnya, laju pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor sulit tertahankan.

Moda transportasi kereta gantung (Skylift) bisa menjadi solusi yang tepat. Selain alasan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas, kereta gantung juga memiliki banyak manfaat bagi penggunanya, yaitu: ramah lingkungan, aman, nyaman, cepat, tepat waktu, terjangkau, tingkat keselamatan tinggi, memiliki kapasitas angkut yang besar, menggunakan listrik sehingga tidak mengeluarkan emisi gas buang, dan tidak bising. Manfaat lainnya adalah sebagai sarana wisata melihat keindahan kota dari udara.


2. Jalur Pejalan Kaki (Skywalk)


7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

Dalam program pembangunan transportasi unggul, pembangunan suatu kota atau daerah selayaknya menyediakan sebuah sarana untuk para pejalan kaki. Jalur pejalan kaki adalah ruang khusus untuk pejalan kaki yang berfungsi sebagai sarana pencapaian dan dapat melindungi pejalan kaki dari bahaya yang datang dari kendaraan bermotor.

Melihat kondisi sekarang, sarana untuk para pejalan kaki cukup memprihatinkan. Hak-hak para pejalan kaki sudah terampas oleh banyak kepentingan seperti pedagang kaki lima, bengkel, parkir, bahkan oleh para pengendara motor. Ketidakpedulian dan ketidakdisiplinan para pengguna jalan menjadi penyebab semua itu.

Pembangunan dan pengembangan jalur pejalan kaki (skywalk) di atas jalan utama diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki. Selain itu, pembangunan ini juga bertujuan untuk mewujudkan transportasi yang ramah lingkungan sebagai rangkaian dari pembangunan transportasi unggul di Indonesia.


3. Jalur Sepeda


7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

Sistem transportasi kota yang ramah lingkungan akan selalu mengakomodasi moda-moda transportasi hemat energi dan tidak mengeluarkan zat-zat polutan yang dapat mengganggu kesehatan. Solusi paling mudah dan murah untuk mewujudkan hal tersebut adalah mengembalikan budaya bersepeda di masyarakat. Sepeda adalah sarana transportasi yang dinilai murah, mudah, dan sehat.

Karakter murah sepeda tentu bukan hanya karena harganya, melainkan karena tidak memerlukan bahan bakar. Sepeda juga dinilai mudah karena tidak membutuhkan ruang yang luas sehingga pemerintah tidak perlu membangun ruas-ruas jalan yang lebar. sedangkan untuk kesehatan, sepeda sudah sangat terbukti karena juga menjadi alat olah raga.

Dengan melihat fakta tersebut, pemerintah dapat segera mencanangkan program untuk mengembalikan budaya bersepeda pada masyarakat, yakni membangun jalur khusus sepeda, pemberlakuan car free day, dan program bike sharing dimana pemerintah memberikan layanan akses sepeda gratis di beberapa spot.


4. Bus Sekolah


7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

Saat ini, volume kendaraan bermotor di jalanan sudah semakin ramai dengan berbagai tujuan aktivitas pengendaranya, ada yang tujuannya ke kantor, pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan bahkan sekolah. Melihat kondisi yang semakin semrawut tentunya pemerintah harus menyortir permasalahan ini satu per satu di mulai dari aktivitas pengendara anak sekolah yang sering bikin macet di jam pagi dan sore hari. Salah satu caranya adalah dengan memberi transportasi khusus buat anak sekolah.

Pengadaan bus sekolah bertujuan memberikan pelayanan kepada pelajar untuk mendapatkan sarana transportasi yang nyaman, aman, cepat, dan murah. Dengan demikian, kepadatan lalu lintas pun bisa dikurangi karena lebih dari setengah pengguna angkutan umum (pelajar) beralih menggunakan bus sekolah. Kemacetan lalu lintas pun bisa dikurangi. Selain itu, keberadaan bus sekolah juga dapat dimanfaatkan oleh pelajar sebagai media sosialisasi dan meningkatkan disiplin pelajar.


5. Bus Wisata


7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

Secara umum, pembenahan sistem transportasi bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna sarana dan prasarana transportasi. Rasa nyaman dan aman itu juga bukan hak monopoli warga lokal, melainkan juga hak bagi para pendatang atau wisatawan. Bahkan, sebagai tamu, mereka patut mendapat layanan yang sama dengan lainnya.

Pengadaan bus wisata bertujuan memberikan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan kepada wisatawan saat berwisata. Dengan demikian, wisawatan tidak akan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum lainnya sehingga tingkat kepadatan lalu lintas dapat berkurang. Selain itu, keberadaan bus wisata juga akan menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi ikon kota atau daerah.


6. Gedung Parkir


7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

Ledakan jumlah kendaraan pasti membawa masalah yang membuat sistem transportasi semakin semrawut. Ledakan jumlah kendaraan itu menyebabkan sarana parkir yang tersedia tidak sanggup lagi menampung kendaraan yang digunakan warga dan pendatang. Akibatnya, semakin banyak muncul parkir liar di badan jalan.

Secara hukum, keberadaan perpakiran di badan jalan tersebut adalah tindakan illegal. Untuk itulah, diperlukan sebuah sarana gedung parkir yang dapat mengatasi masalah transportasi tersebut. Salah satunya dengan membangun gedung parkir kendaraan bermotor di beberapa titik pusat kota yang sering diakses pengendara yang sering memarkirkan kendaraannya.


7. Transit Oriented Development (TOD)


7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

Berdasarkan perencanaan pembangunan sistem transportasi yang unggul seperti 6 ide program di atas maka perlu dibuatkan sebuah konsep yang dapat mengintegrasikan kebutuhan warga dengan transportasi secara efektif dan efisien. Dan konsep yang paling cocok adalah Transit Oriented Development (TOD).

Pada dasarnya, prinsip Transit Oriented Development (TOD) adalah mengurangi mobiltas penduduk antarkawasan ataupun antarkota dengan mengintegrasikan dan mendekatkan sistem transportasi kota, kawasan permukiman, sentra bisnis, dan pusat kegiatan masyarakat sehinga tercipta sebuah kota yang efisien serta menciptakan kawasan ekonomi yang terpadu.

Itulah 7 moda transportasi canggih masa depan yang ramah lingkungan untuk Indonesia yang akan semakin mempermudah kehidupan masyarakat. Hal itu tentunya juga akan membuat aktivitas akan jauh lebih efisien dan menghemat banyak waktu. Meskipun terdengar sederhana, tapi konsep inilah yang sepertinya dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia yang sesuai kebutuhan kita semua.

7 Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan Untuk Indonesia

Untuk mengenal lebih jauh tentang mengenai tentang perkembangan transportasi kita di Indonesia, silakan kunjungi akun media sosial Kementerian Perhubungan Indonesia di sini.

Sumber foto : unsplash

Harapan Ibu Kota Baru Untuk Peradaban Baru Indonesia

Ibu Kota Baru Untuk Peradaban Baru Indonesia

bimoaji.com - Wacana pemindahan ibu kota baru Indonesia sedang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini apalagi setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan daerah mana yang akan dipilih sebagai lokasi ideal pada bulan Agustus 2019 lalu. Sebagian dari kita mungkin sudah tidak asing lagi mendengar gagasan ini di bangku sekolah karena wacana pemindahan ibu kota ini pertama kali diusulkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1950-an dimana Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ditunjuk sebagai pengganti Ibu Kota Jakarta.

Menjadi Ketua Kelas PB Membuat Pandanganku Berubah


bimoaji.com - Menjadi ketua kelas adalah hal yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Padahal sebelum ini terjadi, saya hanya bercanda mengatakan kalau nanti tiba di Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin biar saya saja yang jadi ketua kelasnya. Sialnya, ternyata teman-temanku malah menganggapnya serius.

Mengenal Pengayaan Bahasa Dari Beasiswa LPDP

Mengenal Program Pengayaan Bahasa LPDP Afirmasi

bimoaji.com - Mungkin sebagian dari kamu ada yang bertanya-tanya kenapa peserta penerima beasiswa LPDP khususnya Jalur Afirmasi harus mengikuti program Pengayaan Bahasa (PB) padahal kalau dipikir-pikir mereka kan sudah mendapatkan beasiswa yang seharusnya bisa langsung mendaftar di kampus tujuannya.

Belajar Bersama Belajar Kebersamaan Di PB LPDP

PB UNHAS TOEFL 6 BULAN

bimoaji.com - Sudah hampir 6 bulan lamanya, saya mengikuti program Pengayaan Bahasa (PB) yang merupakan program khusus bagi penerima Beasiswa LPDP jalur afirmasi di Universitas Hasanuddin terhitung sejak bulan November 2017. Sudah tidak terhitung lagi banyaknya materi bahasa inggris yang saya pelajari di sini.

Sebuah Kenangan Selama PK 112 Beasiswa LPDP


bimoaji.com - Sudah 3 bulan berlalu sejak kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) beasiswa LPDP berakhir, suasana kebersamaan dengan teman-teman PK masih tetap terasa hangat hingga saat ini. Canda tawa mereka pun tetap seru dan menyenangkan bahkan di Group Chat PK kami sekalipun.

Dari Penasaran Hingga Berjodoh Dengan LPDP

Dimulai Dari Penasaran Hingga Berjodoh Dengan LPDP

bimoaji.com - Bagi sebagian orang yang telah sarjana, melanjutkan kuliah program master merupakan hal yang sangat diidam-idamkan. Apalagi jika bisa melanjutkan pendidikan S2 dengan beasiswa pastilah akan sangat bahagia. Hal inilah yang kurasakan saat ini, Senin (19/6/2017) adalah hari pengumuman seleksi penerimaan beasiswa LPDP dimana saat itu saya dinyatakan lulus sebagai salah satu penerima beasiswa diantara ratusan pendaftar lainnya.

Kelas Menulis Komunitas Blogger Makassar

Komunitas Blogger Makassar Dan Reputasi Dunia Blognya

bimoaji.com - Komunitas adalah tempat dimana seseorang berbaur dengan kelompok yang mempunyai ketertarikan yang sama terhadap hal yang disukainya. Sama halnya dengan kami, orang-orang yang suka dan hobi menulis di blog akhirnya berkumpul dalam sebuah wadah bernama Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri.

The Floating School Berlayar Untuk Mengajar

The Floating School Berlayar Untuk Mengajar

bimoaji.com - Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Di mana pulau-pulau ini membentang sepanjang Sumatra hingga Papua. Bentukan yang berwujud kepulauan ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang unik. Dimana setiap pulaunya memiliki ciri khasnya masing-masing, dari mulai budayanya, seninya, budayanya hingga kulinernya. Bisa dikatakan bahwa inilah pesona Indonesia dengan berjuta keberagamannya yang tetap utuh terjaga.