Cerita Karantina Lokal Di Kampung Pogung

Cerita Karantina Lokal Kampung Pogung

Sebenarnya saya mau ceritain ini lebih awal setelah postingan sebelumnya karena kejadian ini berselang satu setelah saya menulis minggu lalu. Jadi awalnya, setelah saya menulis, pada malam harinya saya dapat sebaran surat pak RT dan RW di grup WA. Isi suratnya kasih tahu bahwa semua area Pogung yang terbagi atas 5 kampung, Pogung Lor, Pogung Baru, Pogung Kidul, Pogung Dalangan, dan Pogung Rejo bakal memberlakukan karantina lokal di kampung dengan menerapkan hanya satu akses jalan saja yang dibuka.

Minggu Kedua Karantina Mandiri Di Kostan

Minggu Kedua Karantina Mandiri Di Kostan

Gambar di atas adalah foto gapura gerbang masuk tempat saya tinggal sekarang. Tidak jauh dari gapura itu kurang lebih 10 meter di sebelah kanan ada sebuah kostan yang hari itu cuman saya sendiri yang tinggal. Yah, teman kostan lainnya sudah banyak yang pulang kampung apalagi melihat kondisi kasus wabah virus Corona semakin luas dimana-mana.

Aku dan Yogyakarta Di Tengah Suasana Covid-19

Aku dan Yogyakarta Di Tengah Suasana Covid-19

Sudah seminggu saya berdiam diri di kostan gak kemana-mana. Padahal saya adalah tipe orang yang aktif kluyuran apalagi kalau masuk weekend. Tapi semenjak surat itu diumumkan, saya berpikir puluhan kali untuk keluar kostan. Media memberitakannya di mana-mana, tiap hari ngebacanya malah makin ngeri. Yah, inilah ceritaku, hidup di tengah kehebohan pandemi Covid-19.

Pengalaman dan Memori Kenangan Selama Ngeblog

Pengalaman dan Kenangan Memori Selama Ngeblog

Awalnya saya tidak pernah membayangkan bisa sampai ke Ibukota hari ini. Email yang masuk memberitahukan bahwa saya terpilih sebagai salah satu peserta kategori blogger dari event besar di Jakarta dari ribuan peserta yang ikut kompetisi. Minggu depannnya, sayapun berangkat ke Jakarta dengan membawa tiket pesawat yang dikirimkan oleh panitia dan disambut ramah ketika sampai di salah satu hotel ternama. Ini bukan kali pertama saya diundang karena ngeblog, sebelumnya juga pernah ke beberapa kota besar. Tapi khusus Jakarta, ini benar-benar event besar di mana pesertanya banyak banget dengan berbagai macam kategori terpilih.

Memulai Kembali Cerita Baru di Kota Jogjakarta

Memulai Kembali Cerita Baru di Jogja

bimoaji.com - Rasanya sudah hampir setahun saya gak nulis blog lagi seiring dengan kepindahan saya ke kota baru sekarang, Jogjakarta. Sebenarnya ada beberapa tulisan yang sudah kuposting sebelumnya tapi itu kerjasama dengan sponsor sih. Kalau untuk tulisan sendiri, selalu saja tenggelam di dalamdraft. Bingung antara posting atau gak soalnya kurasa ada yang mengganjal setelah dibaca ulang lagi.

Tapi di sini, saya mau coba membangun produktifitas lagi untuk menulis. Hilang selama setahun dari dunia blog membuat saya merasa asing ketika kembali lagi. Belum lagi saya jadi iri lihat teman-teman komunitas blogger sudah semakin kreatif dalam membuat konten bahkan ada juga yang mulai merintis di dunia vlogger.

Setahun yang lalu, tepatnya di bulan yang sama, saya pindah ke Jogjakarta untuk melanjutkan pendidikan. Bertemu dengan lingkungan baru dan budaya baru membuat saya harus beradaptasi lagi. Jika yang dulunya saya sering banget bicara dengan logat Makassar, kali ini saya harus belajar cara berkomunikasi dengan logat Jawa. Memang sih, aslinya saya orang Solo. Tapi untuk komunikasi saya belum fasih berbahasa Jawa cuman bisa menerjemahkan apa yang orang lain ucapankan.

Bulan pertama di sini, saya tinggal di rumah Pakde, pulang pergi Solo-Jogjakarta untuk mengurus administrasi di kampus, Universitas Gadjah Mada. Tidak terbayangkan sebelumnya, kalau saya akhirnya bisa melanjutkan pendidikan di sini. Awalnya setelah S1 saya ingin langsung kerja, tapi pekerjaannya seperti kutu loncat, gak jelas. Tapi saya bersyukur bisa bertemu banyak rekan kerja di sana.

Sampai pada akhirnya saya mencoba peruntungan untuk melanjutkan kuliah melalui jalur beasiswa. Dan alhamdulillah, akhirnya saya dinyatakan lulus dan diterima di UGM, sebuah kampus di mana tempatnya orang-orang hebat muncul. Seperti itulah awalnya, dan selanjutnya adalah kehidupanku di Kota Terpelajar ini.

Memulai Kembali Cerita Baru di Jogja

Masih di waktu yang sama, akhirnya label anak kost pun kudapat. Untuk orang yang sebelumnya belum pernah merantau atau keluar kandang dari Makassar, hal ini membuatku cukup panik. Bagaimana saya bisa hidup di sini, sementara saya dulu hidup di rumah yang serba ada. Tapi pikiran itu kubuang jauh-jauh, toh mungkin inilah waktunya untuk belajar mandiri di tanah orang lain, walau sebenarnya Jogja juga merupakan kampung halamanku sih.

Hari berganti hari, saya pun menikmati yang namanya kehidupan anak kost pertama kalinya yang menurutku tidak terlalu buruk juga, Mie sudah menjadi makanan favorit, jagain jemuran, tidur kemalaman, kehabisan duit di tanggal tua, dan masih banyak lagi. Mungkin semua hal yang sudah disebutkan sudah kulalui semua. Dan saya pun menikmatinya, dibilang ngenes juga gak tapi sedikit-sedikit ada beberapa kebiasaan yang kuubah untuk menjadi lebih baik.

Akhirnya kuliah perdana pun dimulai dan di sinilah awal cerita kengenasanku. Mungkin saya adalah orang yang bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dengan cepat atau tidak terlalu syok menerima budaya. tapi hal ini berbeda ketika masuk kuliah. Atmosfernya benar-benar berbeda, kalau dulu di Makassar nuansa pengajarannya di tingkatan Troposfer, di UGM tingkatannya sudah Eksoster. Terlalu tinggi untuk dekati apalagi kukejar.

Hal ini membuatku jadi mengeluh bagaimana caranya bisa mengikuti atau setidaknya mengimbangi materi pelajaran yang ada di kelas, rasanya benar-benar berbeda. Tapi untungnya saya punya teman-teman yang penderitaannya sama dengan saya. Mereka menderita di biaya bulanan dan saya menderita di pelajaran. Intinya kita sama-sama menderita jadi klop sudah.

Memulai Kembali Cerita Baru di Jogja

Begitulah kehidupan semester pertamaku di UGM di mana pikiran makin terkuras karena pelajarannya yang benar-benar belum kutemui sebelumnya dan badan makin gempal karena "Jogja Effect". Buat yang belum tahu aja, di sini kami menyebutnya "Jogja Effect" karena harga kebutuhan pokok di Jogja terbilang murah apalagi makanan. Jadi secara gak langsung, kalau di kost, kita lebih banyak bawa makanan apalagi kalau waktu malam, di mana jam ngemil meningkat drastis dari biasanya.

Lupakan soal yang tadi, saya takut memberi kecanduan akan Jogja pada kamu juga. Kalau ada yang bilang Jogja itu tempatnya enak, saya bilang gak. lebih tepatnya Jogja itu bikin semua orang candu. Gak tahu kenapa tapi itulah yang kurasakan sekarang. Walaupun hampir tiap pekan saya pulang Jogja-Solo dengan kereta, tapi saya lebih senang menghabiskan jatah liburan di Jogja saja. Dan yang jadi primadona tetap adalah Malioboro.

Sudah gak terhitung seberapa seringnya saya jalan di sini, mulai dari jalan sendirian, temenin teman, atau jadi tour guide buat teman-teman luar kota yang datang liburan di Jogja. Rasanya senang aja kalau sudah sampai di sini. Belum lagi di kawasan Keraton Jogjakarta, rasanya seperti jadi rumah kedua saya buat jalan di sana.

Memulai Kembali Cerita Baru di Jogja

Tidak hanya Malioboro sih, masih banyak tempat-tempat di Jogja lagi yang kukunjungi tapi akan kuceritakan di postingan selanjutnya. Dan akhirnya kehidupanku di semester dua pun berlanjut, tanpa pulang ke Makassar. Yah waktu liburan tahun baru kemarin, saya memutuskan untuk tidak pulang ke Makassar dulu. Selain karena ongkos pulang yang lumayan mahal, juga ini merupakan kesempatan saya bisa jelajahi Jogja lebih banyak lagi.

Di semester dua ini, masih sama dengan sebelumnya tapi untungnya saya sudah dapat ritme belajar yang bagus. Sebenarnya tinggal bagaimana orang mengatur waktu saja sih biar semuanya terkendali dengan baik. Mungkin waktu kemarin, saya masih tergesa-gesa dalam berjalan sehingga banyak miskomunikasi yang didapat saat di kelas.

Menurutku, hidup di Jogja tidak terlalu buruk buatku saat ini. Malah kupikir, apa yang bisa kulakukan dalam waktu 2 tahun ini di Jogja kedepannya. Kalau berbicara soal impian sih saya ingin bisa menyelesaikan studi tepat waktu dan juga sebelum waktu itu berakhir saya juga ingin bisa menjelajahi Pulau Jawa seluruhnya, dimulai dari Jogjakarta.

Pengalamanku Bersama Dengan Piala Dunia

Pengalamanku Bersama Dengan Piala Dunia

Pengalamanku Bersama Dengan Piala Dunia - Piala dunia adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh penggemar sepak bola di seluruh dunia. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak bahkan wanita pun tidak ingin ketinggalan hegemoni piala dunia, termasuk saya. Saya mulai menyukai sepak bola saat Piala Dunia tahun 2002 saat Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya di benua Asia.

Hunting Foto Dengan Kamera Polaroid

Pengalaman Memotret Menggunakan Kamera Polaroid

Pengalaman Memotret Menggunakan Kamera Polaroid - Akhir pekan kemarin, saya sedang mencoba hunting beberapa foto di dekat rumah saya. Kebetulan bulan lalu saya mendapatkan hadiah kamera polaroid produk Leica Sofort. Jadi saya mencoba belajar beberapa memotret menggunakan kamera ini. Rasanya agak sedikit berbeda sih dari kamera pada umumnya, soalnya kalau kamera polaroid hasilnya tidak bisa tersimpan dalam bentuk file tapi langsung tercetak.

Kumpul Lagi Bersama Dengan Keluarga PETA

Kumpul Lagi Bersama Dengan Keluarga PETA

bimoaji.com -  Rasanya sudah lama sekali kami tidak pernah kumpul sebanyak ini apalagi ketika bulan ramadan seperti ini. Biasanya kalau pas acara buka bersama, hanya beberapa teman saja yang bisa ikut kumpul, itupun dari mereka yang sedang tinggal atau kerja di Makassar. Selain itu, kami oleh jarak dan waktu.

Berhenti Menggunakan Software Bajakan

Belajar Berhenti Menggunakan Software Bajakan

bimoaji.com - Kurang lebih 7 tahun lamanya saya sudah menggunakan laptop ketika pertama kali kuliah. dan sejak saat itu juga, saya mengenal banyak sekali software yang bisa digunakan dengan beragam fungsinya yang menarik. Tidak jarang, saya sampai rela nongkrong semalaman di kampus hanya untuk mengunduh software terbaru.

Dalam Perjalanan Diamnya Yang Begitu Tegar

Kisah Cinta Driver GrabCar

bimoaji.com - Sore itu cuaca sedang mendung gelap, sepertinya hujan akan turun dengan deras sebentar lagi. Saya yang duduk bersandar di teras rumah sedang mengamati keadaan sekitar sambil  terdiam sesaat, pergi tidak yah. Kalau pergi, di jalan pasti kehujanan. Kalau tidak, saya tidak yakin bisa bertemu dengan mereka lagi.

Mencoba Diet Dari Dunia Media Sosial

Diet Notifikasi dan Linimasa Media Sosial

bimoaji.com - Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat ini. Keberadaan media sosial sekarang sudah menjadi kebutuhan primer bagi penggunannya. Rasanya hidup ini terasa sepi jika tidak membuka akun walaupun cuman semenit saja. Maklumlah "kitakan" makhluk terupdate yang tidak boleh ketinggalan segala informasi.

Revolusi Mental dan Jiwa Ngeblog Bimo Aji

Revolusi Blogging Pada Postingan Blog Bimoaji


bimoaji.com - Halo sobat semua, jumpa lagi dengan saya dan blog yang jarang update ini. Tidak terasa sudah 1 tahun lebih saya tidak mengurus blog ini. Keadaannya pun sangat kotor disana-disini. Jangankan mengurus blog, saya pun sudah jarang bersentuhan lagi dengan sosial media. Hingga saya merasa seperti Mr. Mistomorrow alias kurang update.