Selamat tinggal Makassar

Selamat tinggal Makassar

Selamat tinggal Makassar

Tidak terasa sudah lebih 20 tahun saya tinggal dan besar di kota ini. Kota yang begitu banyak memberi memori yang mungkin akan sulit dilupakan. Bagaimana tidak, saya menempuh awal pendidikan di sini hingga mencari pekerjaan. Walaupun saya berasal dari jawa tapi malah fasih dengan logat dan bahasa di sini. Rasanya semua hal yang ada di kota ini adalah keluarga.


Mungkin akan sulit buat saya menemukan pantai yang seramai Pantai Losari, jajanan kuliner yang serba daging di mana-mana, orang-orangnya yang begitu family friendly di tongkrongan, dan obrolan-obrolan khas warung kopi yang cukup menghibur dan mengundang tawa. Dan yang paling saya suka adalah nikmatnya terperangkap macet di jalanan Makassar.


Alasan terakhir mungkin cukup aneh, tapi buat saya itu adalah hal menyenangkan. Bahkan saya dulu pernah keluar rumah cuman buat cari jalan yang macet. Saking gabutnya ya seperti itulah dan masih banyak hal lainnya. Dan tiap sudut kotanya mempunyai kenangan tersendiri buat saya. 


Kalau dipikir-pikir lagi, rasanya sedih tapi namanya hidup harus berjalan makanya inilah yang bisa kuucapkan. Mungkin kalau ada kesempatan saya akan kembali lagi di kota ini. Kalau sekarang saya ingin merantau lagi demi menyambung hidup. Gak tahu bakal kemana tapi saya percaya, untuk berkembang jadi baik, harus berani ambil kesempatan.


Dan terima kasih buat kenangannya, budayanya, orang-orangnya, dan semua hal yang terdapat di dalamnya. Saya senang bisa mengenal semua ini.

Load comments