Cerita Karantina Lokal Di Kampung Pogung

Cerita Karantina Lokal Kampung Pogung

Sebenarnya saya mau ceritain ini lebih awal setelah postingan sebelumnya karena kejadian ini berselang satu setelah saya menulis minggu lalu. Jadi awalnya, setelah saya menulis, pada malam harinya saya dapat sebaran surat pak RT dan RW di grup WA. Isi suratnya kasih tahu bahwa semua area Pogung yang terbagi atas 5 kampung, Pogung Lor, Pogung Baru, Pogung Kidul, Pogung Dalangan, dan Pogung Rejo bakal memberlakukan karantina lokal di kampung dengan menerapkan hanya satu akses jalan saja yang dibuka.

Baca ginian pas suasana lagi sunyi-sunyinya rasanya gak percaya. Masa sih, paling hoaks nih kayak yang kemarin ada surat larangan keluar dari Jogja. Besok paginya pas saya jalan-jalan pagi, baru aja keluar dari kostan, jalanan depan langsung ramai lagi. Bapak-bapak terlihat mondar-mandir di jalanan. Karena penasaran ta ikutin saja arah mereka pergi. Sesampainya di perempatan jalan kampung, ternyata bapak-bapak ini lagi ngebangun pintu disinfektan di pintu masuk Pogung Lor, seperti yang kufoto di atas.

Semua pada gotong royong siapin bahan dan ngebangun pipa semprotannya. Anak-anak muda juga pada bantuin ngatur jalanan karena kalau pagi gini banyak yang berangkat ke pasar. Jadi beneran nih, sudah dimulai dong karantina lokalnya. Kucoba cari jalan lain buat masuk Pogung Lor siapa tahu masih ada yang terbuka. Ternyata semua lorong dan jalan tikusnya sudah ditutup dengan pagar kayu dan spanduk seruan bahaya Corona. jadi Pogung Lor bener-bener cuman bisa diakses satu jalan saja yang ada disinfektan tadi.

Karena Pogung masih ada 4 area lagi, kucoba saja jalan-jalan keliling kampung sekalian cari penjual makanan yang buka. Dari Pogung Lor, saya berjalan kaki menuju Pogung Rejo yang lokasinya dekat dengan Selokan Mataram. Belum sampai di areanya, sudah banyak spanduk peringatan kalau jalannya ditutup. Sepanjang jalan dekat Selokan Mataram, saya lihat akses masuk utama di Pogung Rejo sudah ditutup semua kecuali satu jalan saja yang ada tenda semprotan disinfektannya.

Cerita Karantina Lokal Kampung Pogung

Di beberapa titik masuknya benar-benar sudah dipagari, jadi tidak sembarang orang bisa masuk. Kalaupun nekat bakal ditanyai sama warga di sana. untuk penjual makanan sendiri, hanya beberapa saja yang buka dan itupun hanya di jalan utamanya saja. Kalau kulihat sekilas, kayaknya penjagaan di Pogung Rejo ini benar-benar ketat. kalau di Pogung Lor, warga masih bisa keluar masuk asal menggunakan masker dan disemprot disinfektan, tapi kalau di sini sepertinya warganya juga perlu melapor sebelum keluar.

Gak jauh dari Pogung atau disebelahnya yang dipisah sama Selokan Mataram, ada area Pogung Dalangan. Kalau orang sini bilang, di sini adalah wilayah yang paling kostannya dibanding area pogung lainnya. Selama perjalanan, saya gak nemu pintu masuk ke Pogung Dalangan sama sekali, soalnya hampir semua akses di dekat Selokan Mataram ditutup. Sempat bertanya sama warga yang ada, katanya pintu masuknya lewat Pogung Baru, kalau di sini benar-benar tidak bisa masuk.

Cerita Karantina Lokal Kampung Pogung

Lanjut lagi ke arah Fakultas Teknik UGM, ada Pogung Kidul. Di sini kondisinya sama sih menurutku karena jalannya menyatu sama Pogung Dalangan berarti pintu aksesnya pun tidak bisa dilewati. Sepanjang jalan terasa sepi sekali. Padahal di sini terkenal dengan penjual makanannya yang jadi idola mahasiswa, porsi banyak harga murah meriah. Saya juga sering ke sini apalagi kalau pulang kuliah pasti mampir di sini cari makanan. Sama seperti Pogung Dalangan, akses jalan di Pogung Kidul hanya bisa dilewati di Pogung Baru. Jadi kalau orang luar mau masuk harus lewati Pogung baru dulu dan itu jaraknya lumayan jauh dari sini.

Cerita Karantina Lokal Kampung Pogung

Berhubung ini adalah area terakhir yang saya datangi, karena kalau mau ke Pogung Baru lumayan jauh. jadi sekalian saja saya jalan-jalan lihat kondisi kampus saya sebentar sebelum balik ke kost. Sepanjang jalan hanya beberapa motor saja yang lewat, padahal jalanan yang ada di Pogung Kidul selalu ramai gak kenal waktu. Di depan sekolah Pascasarjana UGM, pun juga sama sepinya, hanya beberapa tukang sapu yang kulihat masih beraktivitas membersihkan halaman kampus. Jalan sedikit ke arah fakultas saya yaitu teknik. Jalanan di sini terasa  sejuk sekali karena sekelilinginya ditumbuhi banyak pohon rindang.

Cerita Karantina Lokal Kampung Pogung

Di ujung jalan kulihat ada beberapa orang yang sedang jogging pagi di sini. Saya pun balik ke jalan ke belakang karena masih was-was lewat jalan ini walaupun cucanya cerah. Di perjalanan balik, saya lewat Jalan Kaliurang yang cukup senggang. Tidak ada macet apalagi kebut-kebutan di jalanan. Suasanya sangat tenang Bahkan saking tenangnya, banyak toko yang tutup. Padahal saya lagi nyari nasi liwet langganan saya di sini. Karena gak ada yang jual, saya balik aja ke kost.

Kalau kamu sudah baca cerita saya sebelumnya, pasti gak asing dengan foto thumbnail tulisan saya. Ya benar saya tinggal di Pogung Baru. Area terakhir ini kupikir gak jauh beda sama kondisi sebelumnya yang masih sepi-sepi saja pasca imbauan ada wabah Corona. Kalau semua area Pogung lagi diterapkan sistem satu pintu keluar masuk dan pendirian tenda disinfektan, di Pogung Baru sekarang gak ada sama sekali dari awal surat dibagiin sampai tulisan ini saya buat, tidak ada penutupan jalan. Ya karena penutupannya jalannya sudah dibikin sama area lainnya,

Kalau digambarkan nih, Pogung Baru lokasinya ada ditengah-tengah area lainnya, makanya jalanan di sini gak ditutup apalagi dibuatin tenda disinfektan karena  kalau masuk Pogung Baru pasti lewatin area Pogung Lainnya. Karena itu juga jalanan di pogung Baru gak ditutup karena jadi satu akses dengan are Pogung Kidul dan Pogung Dalangan.

Kalau dipikir-pikir gimana kabar saya dengan situasi yang terkepung kayak gini. Awalnya panik, soalnya abis surat itu keluar, semua warung yang jualan tiba-tiba tutup. Dan mau gak mau untuk bertahan hidup saya masak sendiri cuman modal rice cooker. Kalau sekarang, saya sudah biasa dengan kondisi yang sekarang. Tiga minggu sudah saya lalui hari di tengah wabah ini, semoga semuanya bisa kembali normal lagi.

0 Comments

Post a Comment