Pengalaman dan Memori Kenangan Selama Ngeblog

Pengalaman dan Kenangan Memori Selama Ngeblog

Awalnya saya tidak pernah membayangkan bisa sampai ke Ibukota hari ini. Email yang masuk memberitahukan bahwa saya terpilih sebagai salah satu peserta kategori blogger dari event besar di Jakarta dari ribuan peserta yang ikut kompetisi. Minggu depannnya, sayapun berangkat ke Jakarta dengan membawa tiket pesawat yang dikirimkan oleh panitia dan disambut ramah ketika sampai di salah satu hotel ternama. Ini bukan kali pertama saya diundang karena ngeblog, sebelumnya juga pernah ke beberapa kota besar. Tapi khusus Jakarta, ini benar-benar event besar di mana pesertanya banyak banget dengan berbagai macam kategori terpilih.

Kalau diingat kembali, akhir tahun 2014 adalah awal saya mulai ngeblog. Waktu itu ada sebuah acara komunitas blog di Makassar. Karena penasaran, datanglah saya sendirian ke sana tanpa mengenal satupun siapa peserta lainnya yang hadir. Karena penasaran kayak apa sih blog, saya serius banget ikutin semua materi yang diberikan bahkan sampai sempat nyatat di buku kecil. Selepas acara, sayapun mencoba membuat blog pertama saya yang namanya www.bimoaji.com. Isi tulisan pertama saya adalah tentang event itu. Mulai dari sini saya rajin banget nulis dan ikut kelas sharing blog. Seminggu satu-dua kali saya nulis di blog, mulai dari cerita kampus, rumah, bahkan cerita absurd juga ada.

Sampai pada akhirnya, saya mengenal yang namanya kompetisi blog, yang katanya punya banyak banget hadiah. Ikutlah saya mencoba peruntungan kompetisi blog dan hasilnya apes mulu. Jangankan juara, masuk kategori favorit aja gak pernah. Tapi saya terus mencoba dan mencoba meskipun kadang bikin deg-degan pas mendekati hari pengumuman. Kalau berhasil disyukuri, kalau kalah coba lagi yang lain. Dan ternyata memang nasib berkata lain, lagi dan lagi gak pernah menang. Mulai dari sini tumpukan tulisan blog isinya banyakan postingan lomba semua, sampe lupa kalau dulu ngeblog tuh buat apa.

Daripada makin gak rapih mulailah saya rapiin draft postingan sambal hapusin beberapa postingan lomba yang gagal juara. Sayang sih tapi kalau dibaca lagi bikin sakit hati soalnya dulu tuh lomba blog banyakan isinya promosiin produk. Tapi saya gak nyerah ikut lomba blog tapi sekarang mulai selektif. Lebih milih lomba yang temanya tentang aktivitas atau keseharian ketimbang promosiin produk. Kalau inikan misalnya gak juara juga gak apa-apa soalnya bisa jadi postingan abadi di blog. Akhirnya saya nemu salah satu lomba menarik yang temanya tentang nasionalisme untuk bangsa. Ikutlah saya buat mencoba gaya tulisan baru di blog.

Awalnya sempat ragu sih bisa menang soalnya pengalaman banyak gak menangnya tapi waktu itu saya rasain hal berbeda ketika submit tulisan itu. Soalnya saya bener-bener menulis seperti saya apa adanya. Selang dua bulan dari submit tulisan itu, saya mendapat email gak biasa. Pas saya cek, ternyata saya terpilih menjadi salah satu peserta yang diundang secara langsung ke acara yang akan diadain di Kota Solo. Akhir tahun 2015, saya berangkat ke solo bareng 3 pemenang lainnya dari Makassar. Sebelumnya saya tidak mereka soalnya jarang terlihat di komunitas blogger, ternyata benar mereka berdua blogger mandiri. Kami bertiga pun berangkat ke Solo dan menuju hotel yang tertera di undangan terlampir.

Cek per cek ternyata hotel yang dipakai buat acara adalah salah satu hotel terbesar di Solo, dari sini mulai minder kok saya bisa terpilih atau panitianya salah input data. Tapi semua itu ditepis pas sampai di lobby hotel. Kami bertiga disambut dan dipersilakan menunggu untuk diregistrasikan kamar hotel. Dilembar acara tertera kalau acaranya ada dua hari dan dimulai besok paginya. Selain acara pemberian hadiah, ada juga trip melihat tempat wisata di Solo. Sungguh pengalaman yang luar biasa, dari sebuah tulisan blog bisa jalan-jalan dan bertemu orang baru dan keren di sini.

Tahun berikutnya saya mencoba ikut lomba lagi dengan tema baru yang unik yaitu pengalaman bersama laptopmu dari salah brand terkenal. Kebetulan brand yang saya pakai adalah sama dengan kriteria yang dimaksud walaupun model lawas sih, tapi saya tertarik pengen berbagi pengalaman selama pakai laptop yang sudah bersama-sama dari 5 tahun lalu. Butuh seminggu lebih saya ngerjain draft buat cerita ini soalnya banyak banget yang diceritain. Kemudian sehari setelahnya, saya pun kirim tulisannya.

Sebulan berlalu, saya dapat notifikasi email. Pas dibuka ternyata saya terpilih sebagai salah satu peserta kategori blog terfavorit dan diundang untuk hadir dalam acara pemberian hadiahnya di Kota Surabaya. Seneng dong pastinya, siapa yang sangka bisa terpilih. Tapi sayangnya waktu itu saya tidak bisa hadir karena jadwalnya tabrakan dengan kegiatan lain yang tidak bisa saya tinggalkan. Padahal sebenarnya pengen banget ikut ke Surabaya buat ikut. Akhirnya hadiah pemenang dikirim lewat paket ke rumah.

Tahun 2017 adalah masa-masa saya jenuh banget ngeblog, yang biasanya rutin nulis seminggu sekali sekarang jadi sebulan sekali itupun kalau ingat. Tapi di tahun ini saya tetap mencari-cari informasi lomba blog. Saya dapat salah satu lomba yang menarik dengan teman berantas berita hoaks. Jadi di dalam keterangan peserta diminta menceritakan pengalaman dalam menyikapi berita hoaks. Menurutku cukup menarik nih, dan memutuskan untuk ikut. Awalnya tuh berat banget buat nulis tapi kupaksa aja soalnya temanya cukup menantang ide di pikiran.

Dua minggu adalah waktu yang lama buat saya selesaiin tulisannya, benar-benar lalod kurasa jari ini diajak kerjasama buat draft. Sebulan kemudian, saya dapat chat dari seseorang yang mengatakan bahwa saya terpilih sebagai peserta yang diundang hadir ke acara di hotel yang cukup ternama di Kota Makassar.kebetulan waktu itu lokasi hotelnya dekat dengan rumah jadinya saya bisa hadir dan nginap di sana. Ini mungkin cerita yang sedikit absurd tapi 3 malam saya di hotel, sehabis makan malam, saya biasa pulang ke rumah sekedar ambil baju dan membawanya ke hotel buat di laundry mumpung ada layanan gratis.

Setahun berikutnya adalah puncak dimana saya benar-benar stuck buat ngeblog, saya gak tahu lagi mau nulis apaan. Akhirnya cuman nerima job tulisan saja yang masuk. Siapa yang berani nawar maka saya bakal maksimalin tulisan saya. Di samping itu juga, saya juga sudah pindah ke Jogja untuk melanjutkan studi, sehingga fokus saya berubah. Pernah mencari teman-teman komunitas blog yang ada di sini buat ngembaliin semangat nulis saya tapi ternyata belum berhasil. Akhirnya tahun ini, rata-rata tulisan saya banyakan iklan agensi. Tapi ada sedikit cerita di akhir tahun ini, saya dapat undangan blogger di Kota Bandung untuk peserta tulisan tentang wisata tapi tidak bisa hadir karena masih di ada kuliah.

Di tahun 2019, tidak banyak hal yang berubah, saya masih berfokus sama studi dan ngeblog seperti sebelumnya. Sambil sesekali ikut lomba dan kebetulan dapat kesempatan main ke Kota Semarang karena diundang salah satu panitia lomba blog. Tapi hal yang benar-benar membuatku tidak pernah kepikiran sebelumnya dapat diundang di acara besar instansi pemerintah di Jakarta awal tahun ini. Hal ini bermula karena saya iseng nulis tentang teknologi pembayaran terbaru karena temanya unik.

Pas awal tahun malah dapat kabar dan diundang secara khusus buat datang ke Jakarta. Pas acara mulai saya baru tahu ternyata dari lebih 1000 peserta yang mendaftar, ternyata kita yang ada diundang adalah orang-orang terpilih dari seluruh penjuru Indonesia. Bersyukurlah saya ternyata terpilih di sini karena ngeblog.

Itulah beberapa pengalaman saya tentang berkah ngeblog yang membawa saya bisa kemana-mana. Dari yang awalnya suka nulis malah bertemu dengan orang-orang hebat dan tempat baru serta jadi kenangan yang tak terlupakan. Meskipun ada beberapa agenda yang tidak bisa saya hadiri tapi saya tetap merasa bangga dan bersyukur bisa merasakan pengalaman dari ngeblog meski harus jatuh bangun melawan diri sendiri.