8/19/2019

Harapan Ibu Kota Baru Untuk Peradaban Baru Indonesia

Ibu Kota Baru Untuk Peradaban Baru Indonesia

bimoaji.com - Wacana pemindahan ibu kota baru Indonesia sedang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini apalagi setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan daerah mana yang akan dipilih sebagai lokasi ideal pada bulan Agustus 2019 lalu. Sebagian dari kita mungkin sudah tidak asing lagi mendengar gagasan ini di bangku sekolah karena wacana pemindahan ibu kota ini pertama kali diusulkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1950-an dimana Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ditunjuk sebagai pengganti Ibu Kota Jakarta.

Namun wacana itu belum pernah terlaksana dan barulah sekarang isu itu kembali mencuat ketika Presiden Joko Widodo ingin menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan kekuatan ekonomi dunia terbesar dalam 50-100 tahun ke depan. Alasan utama kenapa Indonesia butuh pemindahan ibu kota adalah masalah lingkungan.

Saat ini, Kota Jakarta telah berkembang dengan pesat dan terlalu padat sehingga menimbulkan beberapa permasalahan seperti kepadatan penduduk sehingga menimbulkan titik permukiman kumuh, pesatnya pembangunan rumah dan gedung yang menyebabkan berkurangnya lahan dan penurunan tanah, banyaknya pencemaran sungai oleh sampah yang rawan terhadap banjir, dan padatnya kendaraan di jalanan yang menyebabkan tingginya angka kemacetan dan polusi udara.

Oleh karena itu, di bawah rencana pemindahan ibu kota ini, Jakarta akan dijadikan ibu kota perekonomian sedangkan ibu kota baru akan menjadi ibu kota administratif Indonesia. Dengan adanya rencanapemindahan ibu kota negara ini, saya ingin menyampaikan beberapa harapan dan dukungan terhadap ibu kota baru yang akan menjadi peradaban baru nantinya.


1. Infrastruktur Digital


Ibu Kota Baru Untuk Peradaban Baru Indonesia

Sebagai pusat pemerintahan kedepannya, saya harap pembangunan infrastruktur dapat merata di Indonesia tidak hanya pembangunan fisik tapi juga pembangunan layanan komunikasi dan internet. Karena di era industri 4.0 ini, hampir semua kebutuhan masyarakat dan ekonomi sudah bergerak secara daring. karena itulah saya berharap perkembangan layanan komunikasi dan internet dapat menjangkau semua pelosok. Kebutuhan infrastruktur digital ini akan sangat membantu roda perekonomian dan juga akses perkembangan ilmu di daerah-daerah yang tertinggal.


2. Semangat Kebangsaan 


Ibu Kota Baru Untuk Peradaban Baru Indonesia

Ibu kota yang baru adalah harapan yang merupakan wujud cerminan negeri. Saya berharap keberadaan ibu kota baru nantinya dapat meningkatkan martabat kita sebagai bangsa yang berbudaya. Salah satu caranya adalah membangun semangat kesenian. Jika melihat dari sejarah, Indonesia memiliki banyak seniman-seniman kreatif di bidang kesenian tradisional maupun modern.

Dari hal ini, kita mungkin dapat menyatukan itu semua menjadi sebuah semangat kebudayaan dalam sebuah panggung kesenian. Mungkin pembangunan infrastruktur kesenian bukan prioritas, namun hal itu jangan dilupakan. Salah satu masalah masyarakat kita adalah jiwa yang kosong sehingga kurang peduli dengan budaya sendiri apalagi lingkungan sekitar.


3. Berbagi Kesejahteraan


Ibu Kota Baru Untuk Peradaban Baru Indonesia

Dipilihnya Pulau Kalimantan sebagai rencana besar pemindahan ibu kota negara kedepannya, saya berharap hal ini dapat memecah kesenjangan perekonomian yang sering terjadi antara wilayah barat dan wilayah timur. Seperti yang kita tahu, pembangunan nasional selalu terpusat di Pulau Jawa dan sebagian Pulau Sumatra, sedangkan di wilayah lainnya masih lambat. Jika rencana pemindahan ini terjadi, bukan tidak mungkin pembangunan dari segala aspek akan merata. Sehingga teman-teman kita yang di pelosok negeri juga dapat merasakan atmosfer pembangunan seperti di Pulau Jawa sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian yang lebih dinamis dan terarah.


4. Revolusi Mental


Ibu Kota Baru Untuk Peradaban Baru Indonesia

Indonesia itu adalah bangsa yang besar, bangsa yang kaya akan sumber daya alamnya, dan juga bangsa yang berbudaya. Semua itu adalah fakta bahwa Indonesia itu dapat menjadi negara sukses. Namun sangat disayangkan, fakta besar itu juga diiringi oleh masih tingginya angka kemiskinan di masyarakat kita.

Hal ini menunjukkan bahwa di negeri kita memiliki krisis identitas. Dengan pemindahan ibu kota nantinya, saya berharap pembentukan karakter dapat dilakukan dari pusat ke bawah di mana salah satunya melalui perluasan akses pendidikan kepada generasi baru di pelosok negeri. Hal ini tentunya akan membentuk sebuah revolusi mental yang kuat bagi masyarakat sehingga akan membentuk Indonesia lebih jaya lagi sebagai negara sukses.


5. Berkonsep Forest City 


Ibu Kota Baru Untuk Peradaban Baru Indonesia

Pulau Kalimantan adalah pulau dengan luas hutan terbesar ynag ada di Indonesia dan juga merupakan salah satu paru-paru dunia. Sekitar 12,7 juta ha (82,45 %) dari luas Pulau Kaliantan adalah kawasan hutan. Melihat fakta ini tentunya menimbulkan banyak keresahan ketika ada rencana pemindahan ibu kota negara soalnya akan mengganggu kestabilan ekosistem dan lingkungan. Untuk itu, saya berharap pada ibu kota negara baru nantinya dapat menerapkan konsep forest city.

Selama ini, mungkin kita sudah familiar dengan green city, smart city, ataupun liveable city untuk kawasan perkotaan, sedangkan forest city mungkin adalah hal baru. Forest city bukan cuman sebuah kota yang dibangun di tengah hutan atau kota dengan banyak taman. Lebih dari itu, forest city adalah konsep kota yang hidup berdampingan dengan alam tanpa merusak ekosistemnya dimana proses pembangunannya akan meminimalisir intervensi terhadap alam, serta mengintegrasikan ruang-ruang hijau dan biru yang mengadopsi new urbanism bertemakan infrastruktur hijau yang ramah lingkungan.

Itulah harapan saya untuk ibu kota negara baru kedepannya. Semoga dengan terealisasinya pemindahan ibu kota baru ini akan menjadi peradaban baru bagi Indonesia yang lebih sukses kedepannya.

Sumber foto : www.unsplash.com