7/22/2019

Hindari 7 Kesalahan Ini Saat Wawancara Beasiswa LPDP

Hindari 7 Kesalahan Ini Saat Wawancara Beasiswa LPDP

bimoaji.com - Sudah hampir setahun ini, saya jarang menulis lagi di blog. Biasanya ketika sedang santai, saya termasuk aktif berselancar di dunia blogging, tidak hanya menulis tapi juga blogwalking sampai seharian penuh. Tapi semenjak lanjut kuliah lagi fokusku teralihkan ke dunia akademisi lagi. Tapi seminggu belakangan ini rasanya kangen mau menulis lagi di blog. Hal ini gara-gara kemarin sedang diskusi tentang pendaftaran beasiswa LPDP bersama juniorku di kampus dulu.

Dia bercerita bahwa saat ini dia ingin lanjut kuliah, menyusulku di Jogja untuk kuliah di UGM. Dan sekarang dia sedang pada tahap akhir seleksi beasiswa LPDP. Selama seharian dia bertanya bagaimana caranya menghadapi dan merespon semua pertanyaan karena jujur ini adalah pertama kalinya dia akan diwawancarai sehingga dia jadi nervous duluan. Kalau diingat lagi, saya juga dulu seperti itu sih di mana semua perasaan campur aduk sebelum hari tes wawancara dimulai.

Saya pun mulai mengingat-ingat lagi dan menceritakan semua yang saya alami ketika diwawancara. Buat kamu pernah ikut tes LPDP, pasti tahulah bahwa di dalam ruangan nanti kita akan dihadapkan oleh 3 pewawancara di mana masing-masing punya peranan yaitu bidang akademik dan psikolog. Tapi tenang, kamu tidak usah memikirkan siapa memiliki peranan apa karena tugasmu adalah menjadi orang yang akan diwawancara.

Dalam wawancara, menurutku ada 7 hal yang perlu kamu perhatikan dan hindari dalam tahap wawancara beasiswa LPDP yaitu di antaranya adalah:


1. Perhatikan cara berpakaianmu


Hal ini mungkin terdengar biasa saja bagi sebagian orang tapi kamu jangan sampai terlena bahwa wawancara yang dilihatkan jawabannya bukan penampilannya. Iya itu mungkin ada benarnya, tapi tidak ada salahnya juga kan kita perlu memperhatikan cara berpakaian kita. Penampilan di sini bukan berarti kamu harus berpenampilan santai ataupun formal banget.

Berpakaian di sini adalah bagaimana kamu tampil dengan rapi dan bersih. Untuk pria gunakanlah kemeja dan celana kain--sebisa mungkin hindari mengenakan kaos dan celana jeans dan untuk perempuan berpakaianlah bisa menggunakan dress semi-formal dibalut jilbab bagi yang muslimah. Ingat, penampilan itu bisa menggambarkan karakter kita ketika bertemu orang pertama kali.


2. Jangan ngaret


Salah satu hal dasar lainnya yang perlu diperhatikan saat wawancara adalah on-time. Mungkin terdengar biasa tapi masih banyak yang suka menyepelekannya bahwa jangan pernah membuat para pewawancara menunggumu terlalu lama ketika namamu dipanggil. Sekiranya kamu harus paham mengatur waktu seperti kapan jadwal wawancaramu dilakukan.


3. Merasa hebat


Pernahkah kamu merasa ketika bertanya kepada teman dan mendapatkan jawaban yang ketus atau sombong. Bagaimana perasaamu? pasti bete kan. Sekarang coba balikkan ke dirimu, apakah kamu mau menjawab pertanyaan pewawancara dengan sikap seperti itu?, tentunya tidak kan. Meskipun kamu merasa sudah paham dan tahu tentang pertanyaan yang disampaikan jangan pernah merasa hebat.

Karena ketika kamu hanya fokus menunjukkan kehebatanmu saja sampai lupa bahwa pewawancara bisa jadi punya pengetahuan atau pengalaman yang lebih tinggi, maka hal itu akan membuatmu terlihat sombong. Ingatlah bahwa tampil rendah hati dan sopan itu jauh lebih baik.


4. Jangan pernah berbohong dan ngotot


Ketika pewawancara tengah menanyaimu beberapa pertanyaan, jangan pernah berbohong hanya untuk mencari tempat aman atau biar kelihatan satu pendapat. Karena pada dasarnya semua pewawancara sudah membaca berkasmu dan mereka ingin melihatmu apakah kamu beneran serius dengan beasiswa ini.

Umumnya, banyak peserta yang ketika ditanya tentang penelitian, dengan mudah mengklaim bahwa ini adalah penelitian baru. Padahal secara logika umum, tidak mungkin ada penelitian tanpa referensi. Hal ini juga sama ketika kamu berseberangan pendapat dengan pewawancara, usahakan jangan mengalihkan jawaban dari tema pertanyaan. Ketika berbeda pendapat, utarakan pendapatmu dengan baik dan sopan serta berikan konklusi yang bijak dalam menghadapi perbedaan tersebut.


5. Kurang paham tentang tujuanmu sendiri


Di antara semua pertanyaan wawancara yang akan kamu hadapi nantinya, ingatlah ada satu momen pewawancara akan menanyakan tentang tujuanmu menginginkan beasiswa ini, kenapa kamu ingin kuliah?, kenapa kamu memilih kampus ini?, apa tujuanmu ke sana?, dan pertanyaan lainnya yang mengarah ke tujuan dari pilhanmu.

Ingatlah kenapa kamu menginkan beasiswa ini dan untuk apa kamu di kampus itu nanti. Berusahalah memahami dirimu sendiri karena ketika kamu tidak tahu apa tujuanmu bagaimana mungkin orang lain akan mempercayaimu.


6. Jangan suka menyela pembicaraan


Di antara semua hal, mungkin ini yang wajib diperhatikan ketika sedang berbicara dengan orang lain. Sebisa mungkin atau sebaik mungkin jangan pernah menyela pembicaraan orang lain karena ini termasuk dalam etika berkomunikasi. Buru-buru menjawab dan tidak menunjukkan sikap sabar dan tekun dalam menyimak pertanyaan karena merasa bisa akan membuat kamu terihat kurang sopan.


7. Jangan hilang fokus


Gugup itu hal yang wajar dalam awal berkomunikasi apalagi jika ini adalah pertama kalinya kamu ikut tes wawancara, tapi seiring berjalannya waktu rasa gugup itu bakal hilang ketika kamu sudah rileks dan tenang. Ketika pewawancara menanyaimu beberpa hal, sebisa mungkin dengarkan dan perhatika baik-baik. Jangan kamu hilang fokus dengan mengacuhkan wajah dengan melihat ke arah lain, menggoyang-goyangkan kaki, memainkan jam tangan, atau meletakkan tangan di meja biar kelihatan serius itu malah membuatmu terlihat grogi. Sebisa mungkin tenangkalah pikiranmu.


Akhir Kata


Demikian beberapa tips yang mungkin bisa membantu kamu dalam menghadapi tes wawancara beasiswa LPDP nantinya. Jika kamu punya ide atau cerita ketika mengikuti tes wawancara, jangan lupa memberi tahu tips-tips lainnya di bawah kolom komentar.