4/11/2018

Dari Suara Turun Ke Hati Di Halo Makassar

Dari Suara Turun Ke Hati Di Halo Makassar

bimoaji.com -  Ada yang masih ingat film lokal anak Makassar yang judulnya 'Uang Panai'? tidak terasa sudah 2 tahun berlalu sejak film itu muncul pertama kali (26/8/2016) dan memenangkan penghargaan khusus Film Produksi Daerah Terbaik di Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2017.

Kamis, 12 April 2018 mendatang, satu lagi film lokal Makassar akan segera tayang di bioskop-bioskop di kota mu. Kali ini Finisia Production akan mengajakmu melihat sekali lagi bagaimana kehidupan anak-anak muda Makassar dalam sebuah film terbaru yang berjudul 'Halo Makassar'.

Siang itu, saya sangat senang sekali karena mendapat undangan khusus untuk menghadiri Gala Premiere film 'Halo Makassar' di Phinisi Point (PiPo) Mall Makassar. Bukan hanya senang tapi juga penasaran tentang tema apa lagi yang diangkat dalam film lokal ini.

Kalau film sebelumnya menceritakan tentang budaya dan tradisi orang Makassar dalam acara pernikahan, kali ini jujur saya tidak bisa menebak bagaimana jalan ceritanya. Di brosur undangannya pun hanya terlihat 2 orang lelaki sedang tersenyum dari jendela taksi dan di belakangan ada background seorang cewek imut sedang memegang telepon dan seorang pria gondrong yang kelihatan kucel.

Saking antusiasnya dengan film ini, saya malah datang lebih cepat dari jadwal undangan. Yah boleh dibilang saya jadi orang pertama yang mengisi kursi Gala Premiere. Bukan karena ingin bisa duduk di depan dan bertemu pemain film-nya, tapi saya selalu kagum dengan hal-hal yang berkaitan dengan Makassar

"Akankah film 'Halo Makassar' ini bisa menyamai atau melebihi film 'Uang Panai' sebelumnya?"

Itu adalah pertanyaan pertama saya dipikiran saya ketika sampai di tempat acaranya. Daripada penasaran tentang filmnya, kali ini saya ingin mengulas sedikit tentang film 'Halo Makassar'. Penasaran, yuk simak dulu!


Yang Menarik Di Film Halo Makassar


1. Story Line



Secara garis besar, film ini berjudul 'Halo Makassar' yang diproduksi oleh Finisia Production dimana menceritakan kisah asmara antara seorang operator radio perusahaan layanan jasa taksi yang cantik bernama Anggu (Anggu Batary) dan seorang musisi jenius dari Jakarta yang bernama Diat (Rizaf Ahdiat).

Diat ini orangnya cuek dengan sekitarnya, kalau ngomong tanpa basa-basi, ketus, dan lebih suka bekerja sendiri. Sebagai seorang musisi, sepertinya sifat acuh tak acuh Diat seperti tidak menggambar sebagaimana seorang musisi pada umumnya. Tapi dibalik sifatnya tersebut, Diat memiliki bakat alami terhadap musik, tidak heran Diat dipanggil komposer jenius dalam film ini.

Sementara itu, Anggu adalah kebalikannya, dia adalah cewek bergingsul berwajah tirus yang supel dan ceria. Sebagai operator radio, Anggu memiliki karakter yang berbeda dibanding operator lainnya yang biasanya kalau ngomong mirip seperti suara Google Translate. Tidak heran ketika Anggu menyapa pendengarnya, banyak yang terhipnotis dengan suaranya yang khas dan bahasanya yang friendly.

Cerita pun berlanjut, Diat akhirnya jatuh cinta kepada Anggu untuk pertama kalinya bukan karena pertemuan yang tidak disengaja di sebuah tempat tapi jatuh cinta karena suaranya. Bagaimana bisa terjadi? dan seperti apa kisah asmara mereka? saya yakin kamu pasti ingin tahu lanjutannya kan. Daripada penasaran mending nonton saja deh filmnya.


2. Cinematography


Dari Suara Turun Ke Hati Di Halo Makassar

Sebenarnya jujur saya tidak begitu mengerti tentang seluk beluk sinematograpi dalam sebuah film seperti apa, tapi waktu pertama kali nonton film ini saya jadi bisa membandingkannya dengan beberapa film lainnya.

Komposisi gambarnya yang natural dan tidak berlebihan, perpindahan scene yang halus dan teratur sesuai jalan ceritanya, dan juga pengambilan angle-nya yang unik dan ciamik membuat film ini terasa seperti bukan film lokal yang biasa-biasa saja.


3. Soundtrack



Musik adalah instrumen yang penting dalam sebuah film, begitu pun dengan film 'Halo Makassar'. Bukan hanya backsound-nya yang easy listening seperti film barat tapi juga original soundtrack-nya yang enak didengarkan yang berjudul 'Di Mana Kamu' oleh Ren feat Fien membuat film ini jadi punya karakternya sendiri.


4. Genre


Dari Suara Turun Ke Hati Di Halo Makassar

Secara keseluruhan, film ini memang menceritakan tentang cerita asmara antara Anggu dan Diat. Tapi bukan Makassar namanya kalau tidak ada komedi dalam filmnya. Di sini, selain Anggu dan Diat, terdapat dua pemain lainnya yang tidak kalah serunya yang bisa dikatakan sebagai pemecah hening dalam alur film ini, mereka adalah Bimbi dan Mellong.

Akting keduanya sebagai komedian, saya akui berhasil mengocok perut saya sampsi mau menangis. Dengan humor-humor khas Makassar nya, saya rasa siapa pun yang menontonya pasti akan ketawa terbahak-bahak, karena tidak hanya lucu secara verbal tapi juga ekpresi keduanya yang mengundang tawa. Inilah alasan utama kenapa saya suka dengan film lokal Makassar, humornya selalu saja kena dengan kegiatan sehari-hari.


5. Subtitle


Dari Suara Turun Ke Hati Di Halo Makassar

Mungkin ini tidak terlalu penting, tapi apalah namanya film lokal tanpa memasukkan dialog ataupun dialek budaya mereka. Begitu pun juga film 'Halo Makassar', film ini menghadirkan sulih teks di film nya, hal ini berguna untuk memudahkan penonton dalam menerjemahkan bahasa Makassar.

Secara keseluruhan bahasa yang digunakan dalam film ini adalah bahasa indonesia pada umumnya ditambah dengan sedikit dialog berbahasa Makassar. Jadi buat kamu yang mau nonton tapi tidak mengerti beberapa kosakata bahasa Makassar jadi bisa sekalian belajar kan.


6. Cinemactors


Dari Suara Turun Ke Hati Di Halo Makassar

Dalam film ini, jujur tidak ada satupun nama pemain yang kukenal kecuali Tumming dan Abu yang merupakan komedian ternama di Makassar yang dalam film ini pun mereka berdua hanya muncul sekali dalam satu scene ketika berebut taksi. Tapi absennya nama besar tidak menyulutkan antusias warga Makassar untuk menonton Gala Premier ini.

Akting dari para pemain di film ini terlihat profesional dan natural mewakili karakter mereka masing-masing, Meskipun tanpa pemain bintang nasional, saya rasa film ini akan mampu bersinar dan bersaing dengan film nasional lainnya.


7. Setting


Dari Suara Turun Ke Hati Di Halo Makassar

Sesuai judulnya, film ini mengambil setting lokasi di Kota Makassar. Ada beberapa tempat yang menjadi rujukan di film ini, yaitu Museum Kota Makassar, Bandara Hasanuddin, Stadion Mattoanging, Menara Bosowa, Kantor Taksi Bosowa, Hotel Aryaduta, dan Desa Lakkang. Bukan hanya itu, di film ini juga menampilkan beberapa tarian yang merupakan identitas diri dan budaya Makassar seperti saat scene Tarian Kipasdan Tarian 4 Etnis Sulawesi Selatan.


Akhir Kata


Jika diberikan kesempatan menilai antara 1-10, saya akan memberikan nilai 8 yang menurut saya cukup memuaskan. Secara keseluruhan jalan cerita dalam film ini terbilang unik dan menarik apalagi memasukkan unsur komedi merupakan hal yang bagus membuat film ini terkesan kompleks.

Film ini bagus untuk kamu semua nonton--meskipun kamu bukan orang Makassar. Alur cerita yang rapi, aktor lokal yang memukau, sinematografi yang unik, alunan musik yang enak didengar, lokasi syuting yang menarik, dan komedi yang segar membuat film ini layak kamu nonton.

Jangan lupa, saksikan film 'Halo Makassar' di bioskop kesayangan di kota mu. Ayo dukung perfilman Indonesia untuk terus maju dan selalu berkarya lebih baik lagi.

Artikel Terkait

Seorang travel blogger yang hobi wara-wiri di dunia nyata dan dunia maya.