4/23/2018

Berhenti Menggunakan Software Bajakan

Belajar Berhenti Menggunakan Software Bajakan

bimoaji.com - Kurang lebih 7 tahun lamanya saya sudah menggunakan laptop ketika pertama kali kuliah. dan sejak saat itu juga, saya mengenal banyak sekali software yang bisa digunakan dengan beragam fungsinya yang menarik. Tidak jarang, saya sampai rela nongkrong semalaman di kampus hanya untuk mengunduh software terbaru.

Saat itu, saya belum mengenal apa yang disebut sebagai karya original sebuah produk, jangankan melihat orang lain membeli software, mendengarnya pun belum pernah sama sekali. Di dalam pikiranku hanya ada fakta bahwa semua hal yang bisa didownload di internet adalah gratis dan tidak ada batasan dengan hal itu.

Tapi seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa penggunaan software bajakan adalah tindakan yang keliru dan tidak seharusnya saya lakukan. Akhirnya di awal tahun ini, saya mencoba meninggalkan software bajakan sedikit demi sedikit. Awalnya sih memang berat, apalagi harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Bukan bermaksud sok-sokan atau mengkampanyekan software original, tapi saya sadar bahwa tidak ada salahnya juga kok untuk belajar berhenti menggunakan software bajakan. Nah, berikut ini adalah alasan saya kenapa berhenti menggunakan software bajakan:


1. Tidak Mau Jadi Pencuri


Kalau yang ini sepertinya semua orang sudah tahu pastinya, namun sayang masih banyak yang sadar dengan hal ini. Tidak bisa dipungkiri juga sih harga software original itu lumayan mahal, tapi masa sih masih mau menggunakan software bajakan sampai bertahun-tahun. Memang sih secara kualitas sofware original dan bajakan hampir sama, tapi apa gak malu mencuri terus.

Karena hal inilah saya beralih menggunakan software original, soalnya saya tidak mau menjadi pencuri terus. Cukup sudah 7 tahun lalu menjadi masa-masa jahil saya bersama software bajakan, kini saatnya mencoba hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.


2. Bekerja Dengan Berkah


Jika saya hanya menggunakan laptop untuk kegiatan yang tidak penting atau hanya untuk iseng belaka seperti bermain-main, mungkin saya tidak akan peduli apalagi ambil pusing dengan software yang saya gunakan sekarang, apakah termasuk software bajakan atau bukan.

Tapi karena laptop yang saya gunakan dipakai untuk bekerja mencari nafkah buat hidup sehari-hari dan kuliah, maka saya lebih memilih meninggalkan software bajakan agar rezeki yang saya dapatkan menjadi berkah. Bukankah rezeki yang berkah itu datangnya dari sesuatu yang baik.


3. Menghargai Karya Orang Lain


Apakah kamu pernah merasakan pahitnya ketika hasil karya yang sudah kamu buat dengan penuh susah payah harus dirusak oleh orang lain dengan seenaknya saja? tentu tidak kan, saya pun demikian. Sebagai seorang drafter dan juga blogger, saya sudah pernah merasakan sendiri bagaimana rasanya hasil karya kita dibajak oleh orang lain.

Sama halnya dengan para pengembang yang sudah membuat software yang kini sudah beragam macamnya, sepatutnya kita harus menghargai karya mereka dengan cara menggunakan software originalnya. Bukankah itu tidak terlalu sulit? kalau masalah dana sih, mungkin kita bisa mencoba software gratis yang fungsinya hampir sama dengan software original.


4. Ingin Tampil Beda


Alasan kuat lainnya kenapa saya ingin berhenti menggunakan software bajakan adalah saya ingin berbeda. Tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan software bajakan sudah menjadi hal umum oleh kebanyakan orang saat ini, bukan hanya di masyarakat umum tapi juga di lembaga dan instansi.

Masa kita harus mengikuti kebiasan orang lain karena hal tersebut sudah dianggap wajar? Kalau kebiasan tersebut adalah kebiasaan yang baik sih tidak masalah, tapi apakah mencuri merupakan hal yang wajar dan baik?


Akhir Kata


Nah itulah beberapa alasan kenapa saya berhenti menggunakan software bajakan dan beralih ke software original. Kalau ditanya bagaimana memulainya, jawabannya saya adalah berat banget. Tapi semua itu bisa dilakukan kalau kita benar-benar punya niat dan tekad yang kuat dan memulainya sedikit demi sedikit.

Tidak ada salahnya kok kita mencoba beberapa software gratis yang secara fungsi tidak jauh beda dari software original seperti menggunakan LibreOffice (pengganti Microsoft Office), GIMP (Pengganti Photoshop), Inkscape (Pengganti CorelDraw), 7-zip (pengganti WinRar), dan masih banyak lagi.

Untuk memudahkan kamu mencari software gratis lainnya sebagai pengganti software lainnya, kamu bisa mengunjungi AlternativeTo sebagai referensi. Di sana kamu bisa mendapatkan banyak informasi seputar software alternatif yang cukup menarik untuk digunakan sebagai pengganti software bajakan.

Kalau saya sendiri saat ini sudah memiliki beberapa software original, walaupun tidak bisa dipungkiri juga ada beberapa software bajakan yang masih kupakai hingga saat ini dan selebihnya adalah software gratis seperti yang saya sebutkan di atas. Yah semoga kedepannya penggunaan software bajakan di laptop ku bisa benar-benar berhenti kalau dana sudah mencukupi.

Nah, Diantara software original yang kupakai saat ini adalah Windows 10 Home Single Language, Microsoft Office 365 yang  dibeli secara offline di toko komputer yang ada di kota saya, Internet Download Manager yang saya beli lewat situs JalanTikus.com, dan Smadav sebagai antivirus lokal yang sudah saya pakai sejak kuliah.


Kesimpulan


Saat ini pilihan antara penggunaan software bajakan atau original tentunya tergantung dari pribadi masing-masing. Di sini saya tidak memaksa kamu untuk menggunakan software original. Apapun yang kamu pilih, tentunya sudah kamu perhitungkan dengan bijak. Dan tentu saja saya sangat senang sekali jika kamu yang mau mengikuti apa yang sudah saya lakukan. Walaupun berat, cobalah dengan perlahan-lahan.

Artikel Terkait

Seorang travel blogger yang hobi wara-wiri di dunia nyata dan dunia maya.