3/10/2018

Belajar Bersama Belajar Kebersamaan Di PB LPDP

PB UNHAS TOEFL 6 BULAN

bimoaji.com - Sudah hampir 6 bulan lamanya, saya mengikuti program Pengayaan Bahasa (PB) yang merupakan program khusus bagi penerima Beasiswa LPDP jalur afirmasi di Universitas Hasanuddin terhitung sejak bulan November 2017. Sudah tidak terhitung lagi banyaknya materi bahasa inggris yang saya pelajari di sini.

Awalnya saya tidak kepikiran akan ditempat di sini. Soalnya kampus tujuan ku di program magister nanti adalah Universitas Gadjah Mada. Setidaknya saya berharap bisa ditempatkan di Kota Jogjakarta sekalian beradaptasi dengan budaya dan lingkungannya. Tapi prediksi ku meleset dan malah dapat di Universitas Hasanuddin.

Baca juga : Apa Sih Program Pengayaan Bahasa Itu?

Sesuai surat pengumuman resmi dari LPDP, saya masuk dalam kelas periode 6 bulan di Universitas Hasanuddin bersama 21 peserta lainnya. Diantara mereka semua yang akan sekelas nantinya, hanya beberapa orang yang kukenal karena dulu kami sering berdiskusi bersama saat ikut penyeleksian beasiswa tahun lalu.

Saat pertama masuk kelas, saya baru menyadari kalau semua teman-teman kelasku berasal dari tanah sulawesi, ada yang dari Makassar, Palu, Gorontalo, dan Manado. Walaupun berasal dari daerah yang berbeda-beda, mereka adalah orang-orang asyik diajak ngobrol baik di dalam ataupun di luar kelas. Jadinya, suasana selalu terasa gaduh kalau sudah berkumpul.

Hari demi hari berlalu, saya merasa memiliki keluarga baru bersama mereka. Tiap hari di kelas selalu belajar bersama, makan bersama, ada yang saling tukar bekal makan untuk dibagikan dengan teman lainnya, pergi liburan bersama-sama, bahkan pergi toilet pun juga kadang rombongan seperti antrian orang yang sedang beli tiket mudik.

Bicara soal hal-hal konyol di kelas PB mungkin tidak habisnya. Tapi ada satu hal yang sering kami lakukan kalau dosen pengajar tidak bisa hadir, biasanya ruang kelas mendadak jadi bioskop atau ruang karaoke. Untungnya di gedung pusat bahasa ini, ruang kelas kami ada di lantai 2 jadi seribut apapun suara di kelas tidak akan terasa di luar ruangan karena kelas ini cukup kedap suara.

PB UNHAS TOEFL 6 BULAN

Diatas ini adalah deretan cowok-cowok penghuni kelas PB UNHAS, mereka semua adalah teman yag sudah kuanggap seperti keluarga sendiri. Walaupun usia dan status kami berbeda-beda tapi kalau sudah kumpul apapun yang dibahas selalu buat siapa saja tertawa. Dan obrolan yang paling sering dibahas adalah masalah cinta dan rumah tangga, seketika itu juga saya langsung merasa seperti anak polos diantara mereka.

Dimulai dari kiri, ada Adnan atau biasa dipanggil Abi, dia ini adalah cowok yang sifatnya kalem tapi gokil, khas seperti bapak-bapak kalau ngobrol di pos ronda. Selanjutnya, ada Jahid, dia dalang dibalik semua humor di kelas, pokoknya kalau tidak ada dia suasana kelas kayak kuburan. kemudian ada Sulis, dia ini cowok paling tidak bisa diam di kelas, melihat dia diam semenit saja adalah sebuah keajaiban. Terus ada Dahri, cowok plagmatis sekaligus foto model, kalau ketemu dengan kamera pokoknya langsung pasang gaya.

Baris sampingnya ada Indra, cowok yang suka duduk di pojokan kelas, kalau diperhatikan dengan teliti mukanya mirip Donny Yen (Ip Man). Kemudian ada Idrus, dialah ayah dari semua cowok di kelas dan juga sesepuh diantara semua teman. Terus ada Wayan, cowok yang duduk di samping pintu kelas, selalu sigap bukakan pintu dan suka menyambut siapapun yang masuk di kelas dengan senyuman khasnya. Dan terakhir ada saya sendiri, cowok yang paling tidak bisa diam di kelas, suka cari masalah dan sering dicari masalah soalnya bertugas sebagai ketua kelas. Sebenarnya ada satu orang lagi namanya Ikram, tidak ada dalam foto, cowok paling jarang bicara di kelas, sekalinya ngomong semua langsung tertawa.

PB UNHAS TOEFL 6 BULAN

Selanjutnya di barisan cewek, mereka adalah gadis-gadis tangguh pejuang kelas PB dan juga pejuang bekal makan siang. Biasanya kalau jam makan siang, siapapun diantara mereka pasti ada saja yang selalu membawa lauk pauk lebih untuk dimakan bersama-sama di pantri ataupun depan musholah.

Jumlah cewek di kelas ada 13 orang, lebih banyak dibanding cowoknya. Dimulai dari kiri atas ada Mute, cewek pendiam tapi penuh perhatian. Selanjutnya ada Febri, cewek paling asyik diajak ngobrol tentag apapun. Kemudian ada Debora, si cewek humoris dan juga tegas. Terus ada Desi, cewek paling periang di kelas, sehari tanpa kehadirannya, suasana kelas terasa hambar. Dan terakhir ada Risma atau sering disapa dengan bunda catering karena dia yang paling sering bawa banyak laut kalau makan siang.

Kemudian di kiri bawah ada Egi, cewek paling pendiam, sebenarnya dia punya bakat menyanyi dengan suaranya yang merdu dimana kalau dengar musik sifatnya bisa berubah drastis. Selanjutnya ada Eva, cewek yang super lucu sama seperti pipinya yang menggemaskan, Terus ada Isra, cewek paling aktif dan susah diam di tempat. Di sampingnya ada Asri, cewek paling imut, seimut suaranya kalau sedang ngomong ataupun tinggi badannya.

Kemudian ada Dian, cewek lugu nan cerdas, jangan tanyakan sejarah padanya kalau belum siap dengar penjelasannya. Lalu ada Ida, cewek paling pendiam, sekalinya ngomong langsung pakai bahasa inggris. Lanjut ada Yani, cewek yang kalau senyum bikin orang lain tersipu malu lihat dia. Dan terakhir ada Arni atau sering dipanggil profesor karena cuman dia satu-satunya yang sudah mahir dengan pelajaran bahasa inggris di kelas.

Inilah teman-teman ku di kelas PB UNHAS. Mereka semua adalah sahabat dan juga keluarga yang sangat luar biasa. Bertemu dengan mereka adalah sebuah kesempatan besar bagiku karena mereka semua adalah putra-putri terbaik pilihan LPDP. Meskipun pada akhirnya kami semua akan berpisah karena harus mengejar cita-cita masing-masing, kuharap tetap ingatlah bahwa kita pernah belajar bersama-sama, berbagi canda tawa, dan juga berbagi bekal makan siang.

Artikel Terkait

Seorang travel blogger yang hobi wara-wiri di dunia nyata dan dunia maya.