Senin, 05 Desember 2016

Menghilang Dari Ngeblog Itu Membosankan


Rasanya sudah 4 bulan ini saya tidak pernah menulis lagi di blog ini. Padahal rencana awal membuat blog ini adalah ingin konsisten menulis setidaknya seminggu sekali tapi ternyata saya malah jarang menulis dan makin menghilang dari dunia ngeblog. Akhirnya malah banyak informasi seputar blogging yang tertinggal dan jarang blogwalking, jangankan sebagai silent reader untuk buka dashboard blog saja rasanya berat banget.

Alasan Kenapa Jarang Update Blog


Sebenarnya sih dibilang sibuk di dunia nyata sih enggak juga soalnya masih sering online kok tapi ya itu jarang buka blog sendiri malah kebanyakan sering nonton video dan buka sosial media. Oke, berikut alasan kenapa saya jarang ngeblog lagi :

1. Malas yang selalu menyerang

Alasan ini mungkin terdengar klasik tapi hal inilah yang membuat saya jarang update blog lagi. Padahal jika disebutkan saya sehari bisa menghabiskan 4-5 jam duduk didepan laptop. Tapi keinginan membuka blog rasanya malas mungkin karena tidak adanya gairah menulis lagi jadinya seperti ini.

Dan dari sini saya pun mulai sadar, rasa malas ini akan berdampak tidak baik jika dipelihara terus-menerus apalagi untuk blog dan juga pribadi saya sendiri. Mulai dari sini saya akan belajar sedikit demi sedikit untuk kembali mengaktifkan blog ini lagi.

2. Sibuk belajar di kampung orang

Sebenarnya dibilang sibuk belajar juga enggak sih, tapi emang benar saya lagi di kampung orang untuk menuntut ilmu dan tidak lagi tinggal di Makassar jadi untuk mendapat kesempatan menulis juga terbatas karena padatnya jadwal belajar. Tapi kalau dijadikan alasan sepertinya tidak masuk akal sih, bagaimanapun blog itu adalah rumah dan mencerminkan sifat pemiliknya.

Sebenarnya semakin banyak pengalaman seseorang maka itu bisa dibuatkan cerita untuk yang lainnya, bener gak? berawal dari sinilah sepertinya saya akan kembali lagi aktif menulis mengingat banyak memori-memori yang ingin saya ceritakan pada kalian semua, sayang banget kan kalau disimpan sendiri.

3. Ide semakin bertumpuk terus akhirnya malah bingung sendiri

Tapi permasalahan selanjutnya adalah karena banyaknya memori-memori yang ingin diceritakan serta ide-ide tulisan seperti apa yang akan dituangkan dalam tulisan akhirnya saya malah bingung sendiri ingin memulainya dari mana. Ditambah rasa malas yang terus menyerang akhirnya semuapun menghilang.

Untuk mengatasi masalah ini saya pun akan mencoba kembali menulis dengan skala timeline yang terjadi sesuai dengan jadwal ngeblog yaitu minimal seminggu sekali menulis, biar ide yang akan ditulis tidak hilang lagi.

4. Rasanya ingin sempurna di blog sendiri

Sebenarnya kekhawatiran terbesar saya untuk menulis adalah segalanya harus terlihat professional dan sempurna. Tapi ternyata hal itu malah membebankan pikiran saya dimana saya harus se-maksimal mungkin membuat postingan yang bisa menarik banyak pengunjung.

Tapi saya sadar hal itu kurang baik, karena pada dasarnya ngeblog itu tentang bagaimana kita bisa menulis dengan gaya kita sendiri dan membagikan pengalaman ataupun informasi kepada orang lain. Jadi saya pun beranggapan bahwa semua tulisan pada dasarnya adalah menarik, entah ada yang suka atau tidak itu kembali ke pembacanya sendiri.


Lalu, Apa Yang Saya Akan Lakukan Selanjutnya?


Selama masa persembunyian saya dari dunia blogging, saya pun tersadar bahwa sebenarnya ketika jauh dari blog itu rasanya sangat membosankan, ya membosankan. Kenapa saya bilang seperti itu karena kita jadi buta informasi, kita seakan kehilangan teman blogger, dan kita seakan kehilangan sebuah potensi yang bisa mengasah pikiran dan ide untuk menulis.

Karena dasar inilah, saya ingin kembali lagi aktif ngeblog seperti sebelumnya dan ingin konsisten membuat postingan supaya blog ini bisa update terus. Saya juga memiliki rencana kedepannya ingin membuat sebuah cerita tentang bagaimana perjalanan saya bertemu dengan blogger-blogger dari daerah lain, dan mungkin salah satunya adalah kamu.

Rabu, 24 Agustus 2016

Ngobrolin Blogger Ngobrolin Hangout Dong

Ngobrolin Blogger Ngobrolin Hangout Dong

blogger itu Jarang ngumpul yah?” ucap seorang MC perempuan.

Siapa bilang, ini kita pada ngumpul kok. Kita tuh sering ngumpul cuman kamunya aja gak tahu. Bener gak temen-temen!” Balas seorang MC Pria yang begitu bersemangat.

iya dong...” sontak para blogger menjawab.

Makanya jadi blogger dong, jangan cuman update status doang” celetuk MC pria menyambung.

Itulah percakapan unik antara kedua MC yang jadi awal pembuka acara “Ngobrol Bareng Blogger” yang dihadiri 30an blogger Makassar, acara ini berlangsung di Kafe Bistropolis (9/8/2016) yang dimulai pada pukul 18.30 WIB. Malam ini kita bakalan ngobrol bareng blogger tentang kegiatan mereka sebagai blogger. Apa aja sih?

Acara pertama dimulai, kedua MC memanggil salah satu pemateri untuk maju kedepan. Dia seorang cowok yang terlihat sangat muda, pikirku seperti itu. Cowok itu bernama Al Hafsi atau biasa di panggil Haci. Kali ini Haci akan menceritakan Alasan ia menjadi Jurnalis.

Ngobrolin Blogger Ngobrolin Hangout Dong

Selama membawakan materi Haci terlihat tenang, sepertinya dia sudah menguasai betul apa yang dibawakan. Dari apa yang dibawakan Haci saya bisa menangkap bahwa menjadi jurnalis itu tidak perlu harus menjadi wartawan dulu, sebagai blogger kita bisa juga menjadi jurnalis baik untuk diri sendiri atau lingkungan sekitar.

Lanjut lagi, ternyata Haci selain bekerja di salah satu media ternama Makassar, Haci juga merupakan selebgram. Di usia yang terbilang muda 19 tahun, Haci sudah malang melintang ke berbagai daerah di Indonesia. Pemilik akun @hhcacii_ dengan jumlah follower 15 K ini, sudah banyak mengabadikan foto di setiap perjalanannya.

Ratusan fotonya kebanyakan bertemakan alam dan natural. Nah disini pun Haci membagikan sedikit tips nya bagaimana memanfaatkan social media menjadi penunjang blog kita. Haci bercerita kebanyakan anak muda sekarang cenderung lebih memilih bermain media social ketimbang membaca blog secara langsung.

Makanya, kita sebagai blogger harus bisa mengambil momen itu dimana kita bisa mengikuti tren sekaligus mempromosikan blog kita di akun media sosial. Caranya bisa dengan mengikuti hal apa yang lagi tren terus membuatnya sebagai sebuah cerita yang menarik, atau membuat kutipan-kutipan puitis.

Selain itu sebelum materi selesai, Haci juga memberikan beberapa rahasia biar followers kita ramai di instagram, caranya adalah dengan memperhatikan waktu posting diantaranya pukul 10 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Haci juga memberikan tips lainnya “Foto yang baik harus dibarengin dengan Caption yang unik dan menarik”.

Lanjut, sesi kedua pun dimulai. kali ini ada Mbak Diandra yang membawakan materi tentang “Sakuku”. Sebelumnya ada yang pernah dengar kata “Sakuku”, kalau belum berarti kita sama, karena saya pun tidak tahu. Dalam kesempatan ini Mbak Diandra memperkenalkan apa itu Sakuku dan kenapa blogger cocok dengan ini.

Sakuku adalah sebuah dompet elektronik yang diperkenalkan oleh BCA dalam menjawab tantangan di era digital yang serba cepat ini. Perlu kita tahu bahwa semua kebutuhan manusia bisa diakses lewat smartphone dan internet. Maka dari situlah BCA membuat inovasi baru dalam menjawab tantangan tersebut.

Dan alasan kenapa blogger juga harus mengunduh aplikasi Sakuku adalah, seperti yang kita tahu kebanyakan blogger hobinya traveling atau hangout sama teman blogger. Nah dengan Sakuku akan memudahkan kegiatan blogger dalam urusan keuangan, karena Sakuku sendiri adalah dompet elektronik yang sangat memudahkan kita ketika melakukan berbagai transaksi, misalnya bayar belanja, isi pulsa, dan transaksi perbankan lainnya.

Ngobrolin Blogger Ngobrolin Hangout Dong

Berikut ini adalah 4 alasan kenapa kamu harus menggunakan sakuku :

1. Gak Perlu Khawatir, Sakuku Easy To Use


Buat kamu yang penasaran dengan dengan sakuku bisa langsung mengunduhnya di Google Playstore (OS 4.0) dan Apple App Store (OS 7.1). Selesai mengunduh silakan mengisi data diri kemudian masukkan PIN. Dalam sakuku ini nomor telepon kamu sudah menjadi nomor kepemilikan Sakuku secara otomatis. Gampang banget kan. 

Setelah berhasil membuka Sakuku, nasabah bisa langsung melakukan top up saldo sebesar maksimum Rp1.000.000. Kalau mau yang lebih lebih besar lagi, kamu bisa mengaktifkan Sakuku Plus sehingga saldo kamu bisa mencapai Rp5.000.000. Tentunya jika sudah mengaktifkan Sakuku Plus maka banyak fitur menarik lainnya yang bisa kamu dapatkan. 

2. Transfer Saldo, Gampang Kok 


Salah satu kelebihan dari fitur Sakuku Plus sendiri adalah fitur transfer saldo. Kini meminta atau mentransfer saldo jadi lebih mudah, kamu bisa men-transfer saldo sesama pengguna sakuku minimal Rp5000. Gimana, keren kan. Ayo buruan unduh Sakuku di smartphone-mu.. Jadi tidak ada lagi rasa khawatir kalau misalnya kehabisan uang pas lagi liburan atau hangout sama teman.

3. Berbagi Tagihan Buat Teman Juga Bisa 


Satu lagi nih, fitur yang menarik dari Sakuku Plus namanya Split Bill yaitu fitur yang fungsinya berbagi tagihan. Jadi buat kamu yang sering Hangout bareng teman, suka makan atau sering nonton bareng, boleh nih coba fitur ini. 

Dengan Split Bill kini kamu bisa berbagi tagihan pembayaran sampai dengan ke 9 teman kamu. Jadi tidak ada lagi istilah lupa bawa uang kalau lagi hangout. Fitur ini bisa kamu aktifkan kalau teman-temanmu juga pakai Sakuku Plus. Jadi ayo ajak temanmu untuk mengunduh Sakuku di smartphone nya. 


4. Lupa Bawa Kartu, Sakuku Siap Membantu 


Pernah tidak, ada kejadian di mana kita lagi butuh uang terus mau tarik uang di ATM. Pas sampai di ATM nya kita malah lupa bawa kartu ATM. Sedih banget kan rasanya. Tenang kalau kejadian tersebut terulang lagi, sekarang Sakuku sudah punya solusinya. 

Dengan mengaktifkan Sakuku Plus kini kamu bisa tarik uang di ATM tanpa kartu ATM. Caranya? Kamu bisa menarik uang di ATM yang berlogo Sakuku. Uang yang bisa dtarik kelipatan Rp50.000 dan Rp100.000 dengan maksimal penarikan Rp1.250.000. 

Sangat menyenangkan rasanya bisa ikut dalam acara “Ngobrol bareng Blogger” ini, saya jadi dapat ilmu baru bagaimana memanfaatkan media sosial untuk menarik pembaca dan juga tentunya inovasi baru dari BCA yang menghadirkan terobosan baru berupa dompet elektronik yakni Sakuku.

Minggu, 24 Juli 2016

Serpihan Surga Yang Tiada Duanya Di Pulau Pannikiang

Indahnya Panorama Sabuk Hijau Di Pulau Pannaikang, Serpihan Surga Yang Tiada Duanya

Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas hutan bakau atau yang lebih dikenal sebagai hutan mangrove terbesar didunia. Tercatat di tahun 2015 luas hutan mangrove di Indonesia adalah kurang lebih 3 Juta Hektare tumbuh di sepanjang 95.000 kilometer pesisir Indonesia atau mewakili 23% dari seluruh ekosistem hutan mangrove dunia. 

Hutan mangrove merupakan tumbuhan yang hidup di kawasan pesisir pantai atau rawa-rawa yang berair payau yang terletak di garis pantai dan pertumbuhannya dipengaruhi oleh pasang-surut air laut dalam waktu tertentu. Tidak salah jika hutan mangrove merupakan tumbuhan unik yang dapat hidup di dua ekosistem yang berbeda.

Siang ini mentari menyapa kami dengan teriknya yang seakan ingin menemani perjalanan kami dari Makassar menuju ke Barru. Bersama rombongan kawan dari Blue Forest, saya dan teman-teman diajak untuk mengunjungi sebuah pulau yang menjadi pusat hutan mangrove terbesar di Sulawesi Selatan. Pulau Pannikiang namanya, terletak di Dusun Pannikiang, Desa Madello, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.

Untuk menuju Pulau Pannikiang, kami diarahkan untuk menuju ke sebuah pantai tempat dimana biasanya terdapat perahu yang khusus untuk mengantarkan wisatawan. Di Pantai Ujung Batu inilah perjalanan kami dimulai. Hamparan samudra yang luas, lautan yang membiru, dan deru ombak seakan membingkai perjalanan ini makin menyenangkan.

Tidak cukup 40 menit akhirnya kami tiba juga di Pulau Pannikiang, sambutan hangat warga di dermaga memberikan kami kesan bahwa penduduk di pulau ini adalah orang yang ramah dan baik. Sebelum kami menjelajahi tentang apa saja di pulau ini, terlebih dahulu teman-teman Blue Forest membagi kami dalam 4 grup berbeda dan memberitahukan tentang kegiatan yang akan dilakukan tiap-tiap kelompok.

Penasaran bagaimana kami menjelajahi tempat ini, mari kita baca lanjutannya dibawah ini.

1. Pulau Pannikiang adalah habitatnya kalelawar, sehingga tidak salah pulau ini dijuluki Pulau Sejuta Kalelawar



Sebelum mengeksplor pulau ini, ada baiknya kita tahu dulu sejarah bagaimana pulau ini terbentuk dan kenapa bisa dinamakan Pannikiang. Menurut Pak Abu Nawar yang merupakan kepala dusun di pulau ini mengatakan bahwa, dulu menurut cerita-cerita awalnya pulau ini merupakan daerah gusung atau gundukan pasir putih, seiring berjalannya waktu pasir-pasir itu terus bertambah hingga terbentuklah pulau Pannikiang dan akhirnya di tumbuhi oleh tanaman mangrove.

Hal itu memang benar adanya karena sepanjang pantai terdapat pasir putih. Sobat bisa melihatnya sendiri dalam gambar diatas, sepanjang pantai dan juga didekat rumah warga terdapat pasir putih yang halus yang indah. Kemudian lanjut Pak Abu Nawar lagi, kenapa pulau ini dinamakan Pannikiang adalah karena pulau ini tempat hidupnya kalelawar, para kalelawar ini tinggal dan menetap di hutan mangrove. Dalam bahasa bugis, kalelawar dapat diartikan sebagai Panniki.


2. Apabila Pulau Pannikiang dipecah dalam sebuah angka, maka akan seperti ini hasilnya



Pulau Pannikiang merupakan sebuah pulau yang berada di Kecamatan Barru, terhitung bahwa pulai ini memiliki luas kurang lebih 100 Hektare dengan jumlah kepala keluarga yaitu 70 KK atau sekitar 185 jiwa yang menempati Pulau Pannikiang di tahun 2016. Dan wilayah administrasinya terbagi atas 2 RT yang berada di utara dan selatan pulau.

Jarak antara Pulau Pannikiang dengan dermaga Pantai Ujung Batu di Kabupaten Barru adalah kurang lebih 10 Km dengan jarak tempuh waktu sekitar 30-45 menit. Dan untuk di Pulau Pannikiang terdapat 4 dermaga lainnya yang bisa disinggahi untuk memulai penjelajahan, 2 di utara pulau dan 2 di selatan pulau. Jadi buat yang mau traveling disini, silahkan pilih titik mana yang akan di jelajahi terlebih dahulu.

3. Saatnya menjelajahi hutan mangrove dimulai dari jembatan kayu yang sudah lama berdiri kokoh



Sebelum memasuki kawasan hutan mangrove yang hijau dan menyejukkan. kita akan disambut oleh sebuah jembatan kayu coklat yang berdiri kokoh yang disebelah di lintasi sungai kecil. Menurut Pak Abu Nawar panjang jembatan ini kurang lebih 2 Kilometer, jembatan ini didirikan oleh pemerintah setempat yang ingin menjadikan Pulau Pannikiang ini sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Barru.

4. Menikmati teduhnya hutan mangrove dan belajar tentang keanekaragaman hayati yang ada di Pulau Pannikiang



Udara yang sejuk dan desiran ombak laut akan kita rasakan ketika menyeberangi jembatan kayu ini, sepanjang perjalanan kita akan dibuat kagum dengan pohon-pohon mangrove yang tinggi dengan akar-akar yang besar. Teduhnya pohon mangrove ini membuat kita rasanya ingin berlama-lama menyusuri tiap jengkal hutan ini.

Tidak hanya itu, ternyata hutan mangrove ii menyimpan berbagai maca keanekaragaman hayati. untuk mangrove sendiri terdiri 29 jenis diantaranya 12 mangrove asosiasi dan 17 mangrove sejati dan salah satunya adalah  jenis Corpius Decandra yang hanya tumbuh di Indonesia khususnya di Pulau Pannikiang. Selain itu terdapat 200 lebih makhluk hidup di darat maupun air. Dan diantaranya terdapat hewan endemik yaitu kalelawar dan kepiting.

5. Tak puas hanya berkeliling saja, jangan lewatkan pemandangan luasnya hutan mangrove dari menara tinggi ini



Untuk menjelajahi seluruh isi hutan mangrove di Pulau Pannikiang ini tak cukup jika hanya sekali perjalanan saja. Kalau ingin tahu seberapa luas hutan ini cobalah menaiki menara yang berada di tengah hutan dan kamu akan melihat hamparan hutan mangrove yang hampir menutupi 91% lahan atau memiliki luas area 86 hektar dari Pulau Pannikiang.

6. Kalau kamu capek menelusuri hutan mangrove, istirahat dulu sejenak di gazebo sambil membaca buku



Hutan mangrove ini memang luas sekali, buat kamu yang punya stamina lebih bolehlah menelusuri area ini. Tapi buat kamu yang gampang capek dan mau beristirahat sejenak. Tidak ada salahnya kamu beristirahat di gazebo sambil membaca berbagai macam buku atau saling berbagi informasi tentang hutan mangrove disini bersama warga sekitar atau komunitas lainnya seperti komunitas #BarruMembaca yang seperti gambar diatas.

7. Dan sebagai manusia kita tentunya wajib menjaga alam agar tidak rusak, kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi



Perlu kita tahu bersama bahwa hutan mangrove itu merupakan tumbuhan yang berperan penting menjaga perubahan iklim didunia. Artinya ketika mangrove-mangrove ini rusak maka akan mempengaruhi iklim dunia secara global. Selain itu mangrove juga berperan penting sebagai tameng bagi daratan dari abrasi air laut dan selain itu merupakan habitat bagi biota laut dan darat.

Jadi apakah kamu mau menjaga mangrove ini bersama-sama? tidak ada kata rugi ketika kita menjaga dan melestarikan alam. Karena sejatinya alam juga membutuhkan kita untuk membantunya berkembang dan kita tentunya membutuhkan alam sebagai tempat hidup kita. Dan inilah dari istilah simbiosis mutualisme. Jadi mari sama-sama menjaga bumi kita, lingkungan di sekitar kita dan tentunya hutan mangrove di pantai kita

Tips dan Info Sebelum Pergi Ke Pulau Pannikiang


Buat kamu yang tertarik untuk datang ke Pulau Pannikiang, saya ingin berbagi sedikit tips dan informasi yang mudah-mudahan bermanfaat untuk perjalanan traveling sobat.

1. Keberangkatan 
Jika sobat memulai perjalan dari Makassar, sobat bisa menempuh perjalanan ke Barru dengan waktu kira-kira 2-3 jam. Setelah sampai di Kabupaten Barru, sobat bisa langsung menuju Pantai Ujung Batu yang berada di jalan Jenderal Sudirman melewati Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Barru.

2. Penyeberangan
Untuk menuju Pulau Pannikiang, sobat bisa menggunakan jasa transportasi laut berupa perahu nelayan di Pantai Ujung Batu. Untuk biaya penyeberangan per kepala sebesar Rp.30.000 dan untuk kelompok sebanyak 40 orang sebesar Rp.150.000 sekali perjalanan. Harga bisa di negosiasikan tergantung kesepakatan antar penumpang dan penyedia jasa penyeberangan. Lama waktu penyeberangan ke Pulau Pannikiang adalah 30-40 menit.

3. Penjelajahan
Di Pulau Pannikiang terdapat 4 titik dermaga yang bisa didatangi. Sekedar sarandari saya ada baiknya sobat mengambil titik berlabuh di ujung utara Pulau Pannikiang. Setelah sampai sobat bisa langsung menjelajahi hutan mangrove yang tepat berada di sisi kiri dermaga, tapi sebelum itu sobat harus mengisi buku tamu dirumah pak dusun setempat.

4. Tata Tertib 
Demi menjaga kelestarian hutan mangrove sebaiknya kita harus menyadarkan diri sendiri bahwa hal pertama yang harus patuhi adalah tidak boleh membuang sampah sembarangan dan kedua tidak boleh merusak hutan mangrove. Disini kita bebas memotret semua yang ada baik hutan mangrove beserta ekosistem didalamnya.

5. Tips Menginap dan Kuliner
Buat sobat berencana datang kesini, sebaiknya perlu diingat bahwa di Pulau Pannikiang tidak ada tempat penginapan bagi wisatawan yang datang karena di pulau ini kebanyakan adalah rumah warga setempat. Dan untuk makanan ada baiknya sobat menyiapkan sendiri bekal perjalanan karena dipulau ini tidak ada warung makan. Dan yang paling penting jangan lupa membawa kantong plastik untuk menyimpan sampah makanan. Ingat bersih itu indah sob.

Itulah sedikit tips dan info dari saya, dan sebagai penutup ada baiknya kietika sudah berkunjung di Pulau Pannikiang marilah kita bersama-sama mengajak kerabat ataupun keluarga kita untuk bersama-sama menjaga hutan mangrove ini dan mari jadikan Pulau Pannikiang sebagai destinasi ekowisata bagi pemuda-pemuda lainnya.

Kamis, 14 Juli 2016

Antara Ujian Penilaian dan Ujian Mental di Pare

Antara Ujian Penilaian dan Ujian Mental di Pare

Ujian bagi sebagian orang khususnya para pelajar adalah hal yang paling dibenci tapi sangat dibutuhkan, karena ujian merupakan tolak ukur atau penilaian terhadap pemahaman kita akan sesuatu yang dipelajari. Mungkin bukan hanya pelajar saja,nyatanya sebagian dari kita pastilah sangat akrab dengan kata ujian, baik itu ujian lisan dan tulisan misalnya di kantor atau yang lebih nyata lagi adalah ujian hidup itu sendiri.

Mungkin makna ujian bagi kita berbeda-beda tapi tetap kita harus melalui itu semua di kehidupan yang dijalani ini. Mendengar kata ujian saya teringat dengan ujian di kampung inggris di lembaga kursus bernama ELFAST. Benar sekali waktu bulan puasa itu, saya belajar bahasa inggris disana selama sebulan dengan mengambil paket E-Fast 1 yang berisikan materi Basic Program 1-2 dan Speaking For You.

Hari berganti hari, akhirnya saat ujian pun tiba juga di minggu terakhir masa kursus. Sebelumnya saya sudah diberitahu oleh mentor ketika pertama kali masuk sebelum kelas pertama dimulai, bahwa ujian di ELFAST khususnya bagi program Grammar cukup unik yaitu harus lulus dengan tidak ada satupun kesalahan. Dan bagi yang lulus akan mendapatkan sertifikat resmi dari ELFAST.

Dan bagaimana dengan yang tidak lulus? Di ELFAST peserta yang tidak lulus di ujian pertama boleh melakukan pengulangan hingga berkali-kli tanpa ada batasan waktu hingga dinyatakan lulus ujian. Untuk program Grammar sendiri terdiri dari 7 golongan diantaranya ada Fundamental, Basic Program I, Basic Program II, Story Writing, Translation, Grammar School, dan Writing.

Tiap program Grammar memiliki jenis ujian yang berbeda-beda, khusus untuk jenis Writing Test syaratnya cuman satu yaitu tidak boleh ada salah kata. Karena saya berada di E-Fast 1 maka ada 2 ujian yang saya ikuti yaitu Basic Program I dan Basic Program II. Untuk saat ini saya ingin membahas tentang ujian dari Basic Program I, karena jujur saya sendiri belum mengikuti ujian Basic Program II karena terbatasnya waktu yang mendekati hari lebaran.

Untuk lulus ujian ini bukanlah perkara mudah dan tidak juga sulit. Maksudnya untuk lulus itu sangat objektif karena ujian ini seperti menyeleksi mana peserta yang benar-benar memahami dan menguasai materi dan mana yang tidak. Sehingga jika kita paham dan menguasai maka dengan mudah ujian-ujian itu di lalui, tapi jika masih belum paham maka kita belum layak lulus ujian.

Untuk ujian Basic Program I terdiri dari 3 tes yaitu Multilple Choice, Writing Test, dan Modals Test. Semua harus dilalui secara bertahap dan tidak boleh melanjutkan ujian berikutnya jika belum dinyatakan lulus ujian sebelumnya.

1. Multiple Choice, ujian adu aksi cepat dan tepat


Dalam ujian ini, kita akan diberi soal pilihan ganda sebanyak 75 butir soal dalam waktu 90 menit. Syarat untuk kelulusannya pun cukup mudah yaitu kita diberi kelonggaran kesalahan sebanyak 20 butir soal. Jika lebih daripada itu maka kita diharuskan mengulang lagi dengan soal yang berbeda lagi dari sebelumnya.

Jujur saya sempat gagal 4 kali ujian multiple choice ini, dimana semuanya jatuh di materi Modal Auxiliary dan Direct Indirect. Gagal 4 kali membuat saya merasa frustasi dan lebih banyak berdiam diri di kamar, saya malah sempat berpikir untuk tidak lagi melanjutkan ujian pertama ini. Tapi untungnya saya memiliki teman kelas yang selalu mengajari kelemahan saya di materi tersebut.

Dan saat ujian kelima ,akhirnya saya bisa lulus dengan kesalahan jawaban dibawah 15 soal. Itu adalah hal yang sangat membanggakan buat saya yang sempat murung. Dalam hal ini saya bisa sedikit mengambil pelajaran bahwa kelemahan saya bukan hanya di soal materi yang belum dipahami tapi karena ketakutan akan gagal yang membuat saya takut melangkah.

2. Writing Test, ujian menulis yang praktis


Setelah lulus ujian Multiple Choice akhirnya saya bisa lanjut di ujian kedua yaitu Writing Test. Dalam ujiian kedua ini kita akan diperintahkan untuk menyusun sebuah cerita dari beberapa Tenses yang telah disediakan sebelumnya. Dan syarat lulus ujian ini adalah tidak boleh ada satu kata pun yang salah, baik tanda baca dan juga penulisannya.

Kalau boleh dibilang ujian kedua ini merupakan ujian terberat karena syaratnya yang membuat banyak peserta jatuh untuk mengulang. Belajar dari kesalahan sebelumnya, saya tidak ingin terburu-buru mengambil ujian ini. Sehari penuh saya mengulangi pelajaran Tenses yang telah diajarkan di kelas. 

Besoknya saya pun percaya diri mengikuti ujian ini. Untuk ujian kedua ini seperti yang telah saya sebutkan kita disuruh untuk membuat sebuah alur cerita berdasarkan Tenses yang dirangkai acak. Urutan Tenses tidak boleh diubah dan ujian ini lebih mengarahkan kita untuk membuat cerita sesuai kejadian yang Tenses itu inginkan.

Tapi dalam ujian kali ini kita diperbolehkan melihat kamus untuk mempermudah melihat kosakata dalam merangkai cerita jadi bisa dikatakan juga ujian ini tidak begitu sulit dalam pengerjaannya, apalagi waktu yang disediakan juga sama seperti ujian pertama yaitu 90 menit.

3. Modals Test, ujian memori dan ingatan


Kesalahan terbesar saya dalam ujian ketiga ini bukanlah karena saya bisa menjawab soal dengan benar tapi karena saya mengikuti ujian ini. Pagi itu saya buru-buru mengikuti ujian ketiga ini tanpa melihat hasil pengumuman ujian kedua jadinya ketika saya selesai ujian ketiga ternyata hasil ujian kedua saya harus mengulang dan dengan ini juga ujian ketiga saya dibatalkan.

Tapi karena kesempatan itu saya bisa tahu seperti apa ujian Modals Test itu sendiri. Kalau boleh saya katakan ujian ketiga ini adalah ujian paling mudah karena kita hanya harus menyusun kalimat dengan kata Modals (can, must, will, shall, etc.). Untuk syarat kelulusannya pun sama seperti ujian kedua yaitu tidak boleh ada kata yang salah.

Meskipun mudah, bukan berarti dapat mengerjakannya dengan cepat karena dalam ujian ini kita tidak diperbolehkan melihat buku dan harus duduk berhadapan dengan tim penilai ujian langsung dalam satu meja. Buat yang paham dan ingat betul dengan rumus Modals pasti sangat mudah mengerjakaannya sebanyak apapun rumus yang diminta di soal. Karena ujian ketiga ini hanya memliki satu soal saja.

Walaupun pada akhirnya saya tidak mendapat sertifikat di ujian Basic Program I dan tidak mengikuti ujian Basic Program II, saya merasa beryukur mengikuti semua ujian ini meski harus jatuh bangun gagal mengikuti ketiga ujian tersebut. Kabar baiknya bagi yang mengulang ujian di program Grammar khususnya Basic Program I dan Basic Program 2, untuk mengulang setiap ujian kita tidak perlu membayar lagi kedepannya.

Kita bisa ujian setiap hari (kecuali sabtu-minggu) sampai lulus tanpa harus membayar. Dan ini yang menurut saya menjadi keunggulan dari ELFAST, dengan sistem seperti ini semua peserta diberi kesempatan untuk latihan terus menerus sampai benar-benar layak dinayatakan lulus. Jadi peluang untuk mendapat sertifikat masih terbuka lebar.

Jadi buat yang merasa gagal terus menerus dalam ujian ini, jangan cepat menyerah sob. Karena dalam menuntut ilmu pastilah banyak rintangannya dan semua kerja kerasmu pastilah akan terbayarkan di masa mendatang. Cobalah lakukan yang terbaik, tak penting seberapa banyak kamu jatuh. Tunjukkan bahwa kalian bisa dan mau belajar lebih giat.

Akhir kata, saya pun kembali ke Makassar tanpa membawa hadiah berarti tapi saya sangat berterima kasih untuk waktu satu bulan yang saya lalui di ELFAST. Terima kasih untuk mentor yang telah memberikan ilmunya yang tak kenal lelah mengajardari pagi sampai malam. Terima kasih untuk teman-teman kelas E-Fast 1B yang selalu ribut di kelas, kebersaman kalian akan selalu kuingat.

Tentunya, saya akan kembali lagi ke Pare-Kediri dengan amunisi niat dan tekad yang bulat untuk belajar bahasa inggris lagi. 

Minggu, 03 Juli 2016

Belajar Merantau Belajar Bahasa Inggris

Belajar Merantau Belajar Bahasa Inggris

Subuh itu rasanya cukup lelah untuk badan ini bangun dari tempat tidur, suara langkah kaki yang terburu-buru membuatku penasaran dengan apa yang terjadi didepan kamarku. Belum juga ku terbangun, terdengar suara keras di ujung lorong camp seakan memecahkan gendang telinga. Saya pun bergegas bangun dan menghampiri sumber suara itu, dan ternyata dia adalah penjaga keamanan camp yang lagi sibuk membangunkan para penghuni camp untuk makan sahur.

Disinilah saya sekarang, berada di tempat baru yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Hari itu juga statusku pun berubah yang dulunya anak rumahan, sekarang jadi anak kostan. Tidak sempat terpikirkan ternyata jauh dari orang tua itu sangat menyusahkan, tapi mau bagaimana lagi karena ini juga adalah keputusanku untuk pergi demi mengejar cita-cita.

Subuh ini rasanya sangat melelahkan, baru pagi kemarin saya berangkat dari Makassar menuju Kediri rasanya tulang mau remuk semua. Mungkin ini efek karena jarang olahraga jadi badan rasanya pegal padahal cuman duduk saja diatas pesawat dan mobil. Belum juga tenaga pulih total, subuh ini sudah harus dihadapkan dengan suasana tegang untuk berebut makan sahur di camp.

Ramadhan tahun ini saya memutuskan diri untuk merantau di tanah jawa tepatnya di Kampung Inggris, Pare-Kediri. Sudah lama saya memimpikan bisa belajar bahasa inggris disini dan akhirnya kesempatan itu datang di awal ramadhan ini. Tapi ternyata kenyataannya tidak sesuai harapan saya. Bukan menyoal tentang kampung inggrisnya, tapi soal susahnya jadi anak perantauan. Mungkin disinilah saya harus belajar mandiri secara nyata bukan cuman omongan saja.

Selesai makan sahur yang begitu merepotkan, saya bergegas kembali ke kamar memastikan cukup waktu buat istirahat kembali. Belum jugamembuka pintu ternyata didepan pintu camp tertempel selembar kertas putih dengan tulisannya yang besar. "Apa-apaan ini?" batinku berteriak. "Apa harus sepagi ini juga!" kesalku. Disitu tertulis dengan jelas jadwal dan agenda apa saja yang akan kami jalani selama sebulan di Camp.

Belum juga sehari berada di camp ini tapi sudah di kasih jadwal masuk kelas. Dan tentunya sebelum kelas dimulai ada meeting dulu untuk menentukan kelas mana yang akan digunakan di jam 6 pagi ini. Dengan semangat yang sudah luntur duluan, saya pun memutuskan untuk bersiap-siap menuju kelas meeting ini, mau bagaimana lagi ini adalah pilihanku untuk belajar disini dan tentunya harus menaati peraturan yang ada.

Agenda meeting seperti pada umumnya berisi dengan pengenalan seputar tempat kursus yaitu ELFAST dengan pengenalan visi misi nya dalam mengajar dan mendidik peserta kemudian dilanjutkan dengan perkenalan antar mentor serta terakhir adalah pembagian kelas. Kali ini saya mendapat tempat di kelas E-Fast 1B dan pembelajaran langsung dimulai setelah selesai agenda meeting ini. "Gila, tidak ada istirahatnya apa?" gumamku dalam hati.

Melihat banyak peserta yang antusias dan bersemangat, saya pun membuang jauh-jauh pikiran malas itu dan bergegas mencari kelas "Present" dan "Idiom". Suasana saat itu sangat ramai sekali sampai di lantai 2 pun untuk berjalan harus berhimpitan. Dengan susah payah berdesakan akhirnya ketemu juga kelas "Present" dan langsung saja mentor memulai pembelajaran. Seperti biasanya kelas pertama dimulai dengan perkenalan peserta kelas.

Baca Juga : Profil Anggota Kelas E-Fast 1B

Kelas E-Fast atau lengkapnya adalah Effective Fast merupakan sebuah paket program dari ELFAST yang isinya adalah program percepatan dari program Grammar yang terdiri dari Sub-program Basic Program 1-2 serta ditambah kelas Speaking. Kebetulan saya mengambil paket ini karena menurut saya cukup baguslah untuk membangun pondasi dasar mengenal struktur bahasa inggris apalagi untuk saya yang masih memulai belajar dari awal.

Baru juga selesai perkenalan, jam pertama sudah diisi dengan ujian dan hanya diberi waktu 30 menit untuk menjawab 30 soal pilihan ganda. Betapa malangnya nasibku belum apa-apa sudah dapat ujian dan penilaiannya langsung di kelas. Sudah tahu hasilnya, sekelas gagal semua dan kami hanya dapat senyum manis mentor saat meninggalkan ruangan. Hari pertama ini benar-benar menyusahkan ditambah ternyata cuman saya sendiri yang usianya sudah kepala dua.

Lanjut siangnya setelah shalat jumat, kelas speaking pun dimulai di kelas "Idiom". Nuansa kelas yang hening apalagi ini adalah siang hari dimana rasa kantuk menyerang dengan brutalnya. Saat ini suasana kelas masih canggung untuk berbicara, yang cewek sedang sibuk dengan gadgetnya masing-masing sedangkan yang cowok malah sibuk bermimpi diatas meja belajar. Akhirnya setelah menunggu beberapa menit, sang mentor pun masuk mempernalkan diri dengan bahasa inggris. Saat itu antara takjub dan bingung, saya cuman bisa menangkap bahwa dia cukup fasih dan saya tidak mengerti apa yang sedang dibicarakannya.

Kelas pun dimulai dengan sebuah games oleh sang mentor, demi menghubungkan jalinan silaturahmi yang dekat antar peserta lainnya. Kami ditugaskan untuk memperkenalkan teman-teman kelas secara berpasangan dengan menggunakan bahasa inggris. Saat itu saya merasa malu sekali, ini pertama kalinya saya harus berbicara bahasa inggris apalagi harus memperkenalkan orang lain. Padahal pengucapan bahasa inggris saya masih cukup kaku, tapi karena sudah ditugaskan apa boleh buat.

Kelas pun selesai dan selesai pula rasa malu saya tak tertahankan di kelas, jujur rasanya kesal tapi ternyata asyik juga akhirnya bisa kenal masing-masing teman di kelas. Setelah kelas selesai saya pun kembali ke kamar dan mendapati ternyata penghuni kamar sudah bertambah 3 orang lagi setelah cuman saya sendirian yang berada di kamar kemarin. Mereka bertiga keliatan cukup muda dan begitu ramah, tidak canggung-canggung mereka semua memperkenalkan diri masing-masing.

Baca Juga : Yang Lebih Dari Sekedar Teman Camp 

Mereka adalah Noris dari Tulungagung, berstatus lulus SMA. Kemudian ada Riga dari Cirebon yang tahun ini baru masuk kelas 3 SMA. Dan terakhir adalah Ken asli orang Kediri dan masih Kelas 2 SMP. Lagi-lagi saya menjadi orang yang dituakan bukan cuman di kelas tapi juga di kamar. Sepertinya saya harus belajar menjadi teladan buat mereka.

Waktu buka puasa pun tiba, kali ini kembali lagi waktu berebutan terulang lagi sama seperti ketika sahur tadi. Walaupun makannya diluar camp tapi aroma survival sudah terasa dan inilah bagian indahnya ketika merantau di tanah orang. Saya pun berpikir ternyata merantau itu tidak seburuk yang dipikirkan, asal kita bisa berbaur dengan lingkungan baru dan menjalin komunikasi dengan baik maka rezeki itu akan datang.

Malam ini setelah shalat tarawih, kuhabiskan untuk beristirahat total dan bersiap-siap lagi belajar keesekoan harinya yang dimana kelas sudah harus dimulai dari subuh hingga selesai pada waktu berbuka puasa. Sungguh hari yang melelahkan tapi juga menyenangkan. Dan untuk bulan puasa ini saya akan berusaha belajar dengan sebaik-baiknya di tempat baru ini dan untuk mencapai cita-cita itu, melanjutkan kuliah di Jogjakarta.